Husler : Saya jadi teropong Bidikan

Sinyaltajam. com. Lutim–Tiga tahun berputarnya Roda pelaksanaan program pembangunan di Kabupaten Luwu Timur , paket Husler dan Irwan sebagai komando terdepan dalam menjalankan janji politiknya yang tertuang dalam visi dan misi Ibarat roda yang berputar diatas jalan yang mulus, Namun ketika ada hal yang dinilai sebagai bentuk ketidakpuasan oleh segelintir orang atau kelompok, maka yang jadi sasaran tembak atau bidikan justru saya sendiri, padahal kami berdua diberikan setir kemudi oleh masyarakat Luwu Timur.

Hal itu dikatakan Bupati Luwu Timur Ir. H. Muh. Thoriq Husler dihadapan ratusan masyarakat Angkona saat memberikan sambutan di acara Safari Ramadhan yang dirangkaikan dengan Buka puasa bersama, Husler Menegaskan jika selama ini program yang kami laksanakan berdua (Husler-Irwan red) tentunya mengacu kepada visi dan Misi yang kami harus pertanggung jawabkan berdua diahir masa jabatan kami yang Insyaallah akan berakhir 2021, namun anehnya , justru saya sendiri menjadi sasaran tembakan secara beruntung kalau terjadi penolakan program yang ingin kami laksanakan, kata Husler dengan Nada Tinggi.

Mantan kadis koperindag Luwu Timur itu lebih tegas menyampaikan jika beberapa program yang selama ini dilaksanakan dan diakuinya mendapat penolakan oleh segelintar orang , seperti rencana pembangunan Rumah sakit dan Bandara udara, kedua hajat kami berdua itu dalam membangun sarana yang paling dibutuhkan untuk kemajuan daerah dipersoalkan masalah lokasi dan tempatnya, padahal pemerintah daerah telah mendapat rekomendasi dari berbagai ahli untuk menempatkan kedua kebutuhan dasar yang paling diidamkan masyarakat Luwu Timur sejak Daerah ini menjadi wilayah otonom yaitu adanya Rumah sakit yang berstandar pelayanan terbaik dan transportasi udara berupa bandara. Tegas Husler.

Niat yang tulus dan baik kami dalam mempertanggung jawabkan amanah yang diberikan oleh Rakyat Luwu Timur harus terwujud dan terukur, persoalan lokasi dan tempatnya yang akan dibangun Bandara Udara secara tehnis dan kelayakan ditentukan oleh ahlinya kami pemerintah Daerah tentu memberikan dukungan dimana lokasi yang dituju sesuai dengan hasil yang didapatkan oleh Tim tehnis kementrian perhubungan, saat ini ada 3 lokasi yang pernah disurvey, yaitu, Desa Maliwowo kecamatan Angkona, Desa pasi-pasi kecamatan Malili dan Desa Bahari kecamatan Wotu. Dan yang tertinggi scornya sesuai penilaian dari kementrian perhubungan adalah Desa Maliwowo sebelum “. Ujar Husler.

JANGAN LEWATKAN