Isuzu Panther Bakal Pamit dari Pasar Indonesia

SinyalTajam.com, Jakarta – Eksistensi sang legenda Isuzu Panther kapsul yang dikenal sebagai rajanya mesin diesel, nampaknya telah berada di masa senja. Mulai eksis di awal-awal 2000-an silam, saat ini usianya kurang lebih sudah 20 tahun.

PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) sepertinya sudah tak sanggup untuk mempertahankan. Mengingat penjualannya pun sudah tak sementereng dahulu.

“2019 kemarin penjualan Panther satu tahun penuh hanya 763 unit, berarti sebulan 60-an unit. Makin turun, pada 2018 masih di 950-an unit,” ucap General Manager Marketing IAMI Attias Asril, belum lama ini.

Menyoal penyegaran pun dianggap sudah tak realistis. Untuk melanjutkan produksinya di dalam negeri, angka penjualan tersebut terbilang berat, lantaran tak memenuhi skala ekonomi.

Sehingga biaya-biaya produksinya menjadi besar dan membuat harga jual yang melambung tinggi. Artinya, Isuzu Panther kapsul pun makin tak kompetitif.

“Menyoal pengganti Panther juga rasanya terlalu berat ya buat produk barunya sendiri, kalau dipaksakan untuk dikembangkan lagi. Akan sulit. Jadi realistis saja, hari ini kan ada MU-X dan kami dorong,” tuturnya.

Disuntik mati di 2021
Attias menambahkan, kini mereka hanya tinggal menjaga angka penjualan Panther saja, sampai titik yang paling akhir. Dan selama Panther masih bisa memenuhi regulasi.

“Ya titiknya pasti di Euro 4. Bila mesinnya masih boleh ya bisa-bisa saja, tapi apa iya diperbolehkan?,” kata Attias.

Rencananya mulai 7 April 2021, kendaraan bermotor –niaga dan penumpang– bermesin diesel yang dipasarkan di dalam negeri, harus sudah Euro 4. Bisa jadi pada saat itulah Panther kapsul tak lagi diproduksi.

“Untuk Panther masih tanda tanya, masalahnya tidak hanya mesin, Panther itu hari ini tinggal di Indonesia saja. Di Filipina sudah ganti MU-X sekarang, dan fokus Isuzu ke SUV. mengembangkan MU-X,” ucapnya. (kum/asa)

JANGAN LEWATKAN