Kemiskinan Lutra Turun, Suaib Mansur : Hasil Kolaboratif Semua Pihak dan Kebijakan yang Tepat

Kemiskinan Lutra Turun, Suaib Mansur: Hasil Kolaboratif Semua Pihak dan Kebijakan yang Tepat

LUTRA, SINYALTAJAM.com — Angka kemiskinan di Kabupaten Luwu Utara terus mengalami penurunan. Baru baru ini BPS (Badan Pusat Statistik) merilis secara resmi angka kemiskinan Luwu Utara kembali turun signifikan, yang tadinya 12,66 di 2023, kini menjadi 12,24% di tahun 2024. Dari hasil penghitungan BPS-RI, dengan waktu pendataan bulan Maret 2024.

Penurunan angka kemiskinan ini ditengarai merupakan pencapaian yang luar biasa, karena telah melampaui target persentase kemiskinan tahun 2024 yang ada di RPJMD 2021-2026, yakni sebesar 12,25%. Penurunan angka kemiskinan pada tahun 2024 ini juga menjadi penurunan angka kemiskinan tertinggi sepanjang sejarah Luwu Utara.

Wakil Bupati Luwu Utara Suaib Mansur yang juga Ketua Tim koordinasi penanggulangan Kemiskinan daerah (TKPKD), Kabupaten Luwu Utara mengungkapkan penurunan Angka Kemiskinan di Luwu Utara merupakan hasil kerja secara kolaboratif semua pihak. Baik dari tingkat Provinsi, Kabupaten maupun hingga tingkat desa dan kelurahan. Serta Kebijakan pemerintah daerah dalam menurunkan angka kemiskinan sudah berada dijalur yang tepat.

“Keseriusan Pengentasan kemiskinan terus di upayakan Pemerintah Daerah. Kemiskinan di Luwu Utara ini tiap tahun turun, maka dari itu setiap program harus berjalan dengan maksimal. Upaya menurunkan  kemiskinan yang dilakukan itu dengan pendekatan sinergi dan kolaborasi”, kata Suaib, baru baru ini.

Menurut Suaib Kemiskinan merupakan fenomena kompleks yang bersifat multidimensional. Upaya menurunkan  kemiskinan yang dilakukan itu dengan pendekatan sinergi dan kolaborasi.

“Pengentasan kemiskinan adalah tugas bersama yang dapat diselesaikan dengan membangun komitmen bersama”.jelasnya

Suaib memaparkan ada tiga strategi Pemda Luwu Utara dalam pengentasan kemiskinan, yaitu pengurangan beban masyarakat, peningkatan pendapatan masyarakat serta penurunan kantong kemiskinan.

“Strategi kita yang pertama adalah pengurangan beban masyarakat. Program ini memuat semua jenis perlindungan sosial, di antaranya bantuan pangan non tunai, bantuan sembako, bantuan bedah rumah, bantuan PKH, serta bantuan kelompok rentan,”jelasnya.

“Kemudian strategi kita yang kedua adalah peningkatan pendapatan masyarakat, serta yang ketiga adalah penurunan kantong-kantong kemiskinan, seperti bantuan sosial,”sambungnya.

Selain itu Suaib mengungkapkan keterlibatan semua pihak yang telah bekerja secara kolaboratif merupakan kunci keberhasilan penurunan angka kemiskinan di Luwu Utara yang patut di apresiasi.

“Dengan komitmen bersama insya Allah, kemiskinan dapat kita turunkan dan kita entaskan.,”  Ucap mantan kadis PUPR tersebut.

Tercatat, tingkat kemiskinan di Kabupaten Luwu Utara cenderung mengalami penurunan secara bertahap. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah penduduk miskin Luwu Utara pada januari 2020 42,20  atau secara rasio mencapai 13,41%. Namun ditahun 2021 angka kemiskinan Luwu Utara sempat sedikit mengalami kenaikan. Dari sebelumnya 13,41%, menjadi 13, 59%, atau meningkat 0,18 poin. Kenaikan angka kemiskinan Luwu Utara di tahun 2021 itu dipengaruhi oleh Covid-19.

Hal itu berdasarkan keterangan Kepala BPS Luwu Utara Ayub Parlin, yang menyebut persentase penduduk miskin Luwu Utara di tahun 2021 cukup tinggi disebabkan adanya bencana banjir bandang dan pandemi COVID-19 pada tahun 2020 lalu yang menyebabkan aktivitas ekonomi masyarakat tidak berjalan baik, rusaknya sarana prasarana infrastruktur serta banyaknya lahan pertanian yang terkena dampak bencana.

Di tahun 2022 angka kemiskinan Luwu Utara turun dari 13,59% tahun 2021, turun menjadi 13,22 persen di tahun 2022 Sehingga penurunan masyarakat miskin di Luwu Utara 0,37 persen di 2022.
Lalu per Maret Persentase penduduk miskin pada Maret 2023 turun 12,66 persen, atau turun sebanyak 0,56 poin dari Maret 2022 (13,22 persen). Berdasarkan penurunan tersebut Luwu Utara keluar dari zona termiskin di Provinsi Sulawesi Selatan.