MAKASSAR. SINYALTAJAM. COM – Isu pemekaran atau pembentukan Provinsi Luwu Raya terus hangat diperbincangkan, bahkan menjadi seolah heroik lewat aksi unjuk rasa atau demonstrasi warga masyarakat di Luwu Utara dan sekitarnya. Sayangnya, aksi demo itu sempat mengganggu arus lalu lintas dan membuat kemacetan dalam beberapa hari hingga lumpuh total arus transportasi di jalan poros Trans Sulawesi Palopo-Luwu Utara.
Akibat demo, distribusi BBM dari Pertamina ke SPBU Se-Luwu Utara hingga Luwu Timur lewat mobil tangki pertamina tidak berjalan. Harga BBM jenis bensin utamanya pertalite di tingkat pengecer melambung tinggi hingga Rp50.000/liter. Kembali ke pembentukan Provinsi Luwu Raya dengan menggandeng Toraja, berbagai pihak memandang positif. Salah satu datang dari Ketua Yayasan Peduli Tondok Toraya (YAPITO), Drs. Rony Rumengan.
Menurut Rony yang juga Pimpinan Umum PMTINEWS.com ini, keberadaan Provinsi Luwu Raya jika terbentuk akan lebih maju dibanding induknya, Provinsi Sulsel. “Provinsi Luwu Raya akan lebih maju ke depan kalau bergabung dengan dua kabupaten di Toraja. Sangat prospektif dengan berbagai potensi yang ada untuk meningkatkan pendapatan daerah. Empat kabupaten kota di tanah Luwu punya potensi masing-masing yang cukup menonjol, begitupun Toraja selain agraris juga daerah pariwisata. Karena itu penyatuan empat kabupaten kota di Tanah Luwu dan dua kabupaten di Toraja bagi saya sangat ideal jadi Provinsi Luwu Raya,” ujar Rony Rumengan ketika dimintai tanggapannya melalui sambungan telepon seluler, Senin (2/2) pagi ini.
Jurnalis senior ini meminta semua pihak agar mendukung penuh pembentukan Provinsi Luwu Raya dengan formasi Luwu Raya plus Toraja. “Saya pikir ini sudah timingnya, sudah saatnya Provinsi Luwu Raya hadir, apalagi usulan dan prosesnya sudah cukup lama. Kita semua patut bergandengan tangan mendukung provinsi baru ini tanpa memikirkan kepentingan pribadi atau kelompok semata, tapi yang kita utamakan kepentingan yang lebih besar dalam wilayah Luwu Raya dan Toraja dengan harapan provinsi yang baru nantinya maju, mandiri dan sejahtera,” terang pria kelahiran Palopo dari klan Andi Mallonge’ Kadatuan Salassa. Bagi Rony, pembentukan Provinsi Luwu plus Toraya atau Luwu Raya harga mati. (nato)












