Konter Egi Cell di Lakawali Tertipu Akun Palsu, Rp 15 Juta Raib

baca berita lainnya www.sinyaltajam.com

LUTIM. SINYALTAJAM. COM-Sebuah konter pulsa bernama Egi Cell yang berlokasi di Lakawali, Kabupaten Luwu Timur, mengalami kejadian pahit setelah menjadi korban penipuan oleh oknum tak bertanggung jawab. Konter yang juga melayani penjualan handphone, aksesori, serta bertindak sebagai agen BRI Link ini harus menelan kerugian hingga Rp15 juta akibat aksi licik pelaku.

Modus penipuan yang digunakan pelaku terbilang cukup canggih. Mereka membuat akun palsu di aplikasi WhatsApp dengan menggunakan foto profil yang identik dengan pemilik konter, namun dengan nomor telepon yang berbeda. Tujuannya jelas, untuk mengelabui penjaga konter dan melancarkan aksi penipuan.

Menurut keterangan Herman, saudara dari pemilik konter, kejadian bermula ketika seorang penjaga konter menerima pesan dari nomor WhatsApp yang dikenal sebagai langganannya.

Dalam pesan tersebut, pelaku mengaku sebagai Hj. Yutriana dan meminta ditransferkan sejumlah uang untuk untuk pembayaran harga ikan dengan dalih bahwa telah dikonfirmasi dan disetujui oleh pemilik konter BRI Link, Egi Cell.

“Iya, orang itu mengaku sebagai Hj. Yutriana dan meminta ditransferkan uang dengan alasan untuk pembayaran harga ikan dan pembayaran bisnis lainnya. Katanya sudah koordinasi dan disetujui dengan adik saya (pemilik konter),” jelas Herman saat ditemui awak media, Kamis (11/9/2025).

Pelaku melakukan aksinya dengan meminta transferan kepada korban sebanyak lima kali pada nomor rekening yang berbeda beda.

Tanpa curiga, penjaga konter yang saat itu bertugas langsung melakukan transfer sesuai permintaan pelaku sebanyak lima kali dengan nomor rek yang berbeda pertama 1.Rp3.525.000, 2.Rp5.370.000, 3.Rp4.700.000, 4.Rp3.310.000, 5.Rp4.010.000.

Menurutnya, setelah sudah 5 kali ditransferkan, pelaku masih meminta kembali untuk ditransferkan dengan alasan yang sama, namun petugas konter segera sadar karena baru memperhatikan nomor WhatsApp yang mengaku sebagai bosnya berbeda dengan yang di save di kontaknya namun foto profil dan namanya sama.

Penjaga konter mencoba mengonfirmasi ke pemilik konter, Egi Cell. Betapa terkejutnya dia, ternyata pemilik konter tidak pernah memberikan instruksi atau konfirmasi terkait transfer tersebut.

“Setelah ditransfer, penjaga konter baru sadar dan coba menghubungi adik saya. Ternyata adik saya tidak tahu apa-apa soal transfer itu. Dirinya langsung sadar kalau sudah menjadi korban penipuan,” lanjut Herman dengan nada kesal.

Akibat kejadian ini, pemilik konter mengalami kerugian sebesar Rp15 juta. Herman mengungkapkan bahwa pihaknya telah melaporkan kasus penipuan ini ke Polres Luwu Timur. Ia berharap agar pihak kepolisian dapat segera mengungkap pelaku dan membawanya ke hadapan hukum.

“Kami sudah laporkan kejadian ini ke Polres Luwu Timur. Kami berharap polisi bisa segera menangkap pelakunya. Ini sangat merugikan kami, apalagi konter ini adalah mata pencaharian utama keluarga,” harap Herman.

Hingga berita ini diturunkan belum dilakukan konfirmasi ke Polres Lutim.lap Masding.

Tinggalkan Balasan