LUTIM. SINYALTAJAM. COM – Lembaga Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (Lak-HAM) Indonesia mengecam keras beredarnya flyer “Stop Hoax” berlabel RSUD I Lagaligo di tengah viralnya kasus janin membusuk dalam kandungan seorang ibu hamil asal Luwu Timur.
Ketua Pelaksana Harian Lak-HAM Indonesia, Iskar, mengingatkan bahwa Direktur RSUD I Lagaligo, dr. Irfan, telah memohon maaf secara terbuka kepada masyarakat Luwu Timur dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Luwu Timur pada Kamis (4/9/2025).
“Pertanyaan mendasar, hoax yang dimaksud itu apa? Apakah ada berita atau informasi yang tidak sesuai dengan fakta? Kalau yang dimaksud adalah kasus janin membusuk, jelas bukan hoax. Ada pasien, ada bukti perawatan, bahkan pihak RSUD sendiri sudah mengakui kelalaian dan menyampaikan permohonan maaf,” tegas Iskar.
Menurut Iskar, pemasangan flyer justru memperburuk citra rumah sakit karena seolah ingin membungkam kritik publik. “Alih-alih membangun kepercayaan, RSUD I Lagaligo malah terlihat defensif. Padahal banyak masyarakat sudah merasakan langsung buruknya pelayanan di Wotu. Fakta ini tidak bisa ditutupi dengan narasi ‘hoax’,” ujarnya.
Iskar menambahkan bahwa kritik dari masyarakat seharusnya dijadikan bahan introspeksi. “Orang bijak menerima kritik dengan lapang dada agar menjadi acuan untuk berbenah, bukan justru menebar pesan yang bisa menyesatkan opini publik,” tandasnya.
Lebih lanjut, Lak-HAM Indonesia mendesak agar Bupati Luwu Timur segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen RSUD I Lagaligo Wotu demi memperbaiki mutu pelayanan kesehatan dan mengembalikan kepercayaan masyarakat. Lap Tim












