LUTIM. SINYALTAJAM. COM – Sebuah langkah signifikan dalam memerangi HIV/AIDS di Luwu Timur ditandai dengan pengukuhan Pajung Anti AIDS tingkat desa.
Acara yang dihadiri oleh berbagai tokoh penting ini menandakan komitmen kuat pemerintah daerah dan masyarakat dalam meningkatkan kepedulian dan upaya pencegahan penyakit mematikan tersebut.
Mewakili Bupati Luwu Timur, Bahri Suli menyampaikan harapan besar agar pengukuhan ini memberikan dampak positif dalam pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.
Ia menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat sebagai kunci utama dalam strategi ini.
“Kami berharap sepenuhnya, dengan adanya Pajung Anti AIDS tingkat desa ini, dapat memberi dampak positif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS di Luwu Timur,” tegas Bahri. Senin 2 Desember 2024.
Dukungan juga datang dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. dr. H. Ishaq Iskandar, M.Kes., MM., MH.
Ia mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang telah menyelenggarakan peringatan penting ini di Luwu Timur.
“Mewakili Gubernur Sulsel, saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lutim atas berjalan lancarnya rangkaian acara pada hari ini,” tuturnya.
Rangkaian acara yang berlangsung meriah meliputi seminar tentang HIV/AIDS dan narkoba, serta penyerahan penghargaan kepada kepala daerah dan pihak swasta yang telah berkontribusi dalam upaya pencegahan.
Kehadiran berbagai pihak, termasuk perwakilan Forkompimda Lutim, Sekretaris KPA Lutim, Andi Tulleng, narasumber ahli, perwakilan BNNK Palopo, testimoni dari ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS), Indrayanti Septiyani Rundu, camat dan kepala desa, serta perwakilan dari berbagai instansi terkait, menunjukkan solidaritas dan komitmen bersama dalam melawan HIV/AIDS.
Partisipasi aktif dari PT Vale dan rumah sakit daerah juga menunjukkan dukungan sektor swasta dan kesehatan dalam upaya ini.
Kehadiran para kepala Puskesmas se-Luwu Timur semakin memperkuat jaringan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tingkat akar rumput.
Pengukuhan Pajung Anti AIDS tingkat desa ini bukan hanya sekadar seremonial, melainkan momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Luwu Timur terhadap bahaya HIV/AIDS dan mendorong partisipasi aktif dalam upaya pencegahan dan dukungan bagi ODHA.
Semoga langkah ini menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun masyarakat yang lebih peduli dan tangguh dalam menghadapi tantangan kesehatan. Lap Tim












