banner 728x90

Pasien Asal Towuti Terlambat Dirujuk, Abduh Angkat Bicara

LUTIM. SINYALTAJAM. COM – Terkait Video dan dokumentasi warga net di jagat maya menjadi trending topik beberapa hari lalu yang membahas layanan kesehatan di daerah Pesisir danau Towuti.

Yang mana pertama dari salah seorang keluarga pasien di Puskesmas Towuti Wawondula yang mengeluh terkait adanya seorang Pasien terlambat dirujuk ke Rumah sakit Sorowako akibat simpang siurnya dan alasan sopir ambulance masalah BBM.

Ke kedua ada juga beredar Video warga Net di pesisir Danau Towuti baru baru ini asal Desa Bantilan yang juga butuh rujukan ke RSUD wotu, dalam Video itu terlihat Pasien terbaring di tandu roda medis tertunda rujukannya akibat Speed boat yang disiapkan pemerintah yang selama ini layani transportasi rujukan pasien dilaporkan mengalami kerusakan.

Akibatnya Pasien yang dilaporkan sekarat dan butuh rujukan medis dan penanganan khusus itu dengan terpaksa menyewa Rp 2000. 000 speed boat milik warga guna pemberangkatan pasien ke seberang melintasi Danau Towuti menuju pelabuhan Timampu.

Dari kedua informasi yang beredar, itu membuat Anggota DPRD Dapil 5 Towuti Nuha partai PBB Abduh angkat bicara.

Dengan kejadian tersebut itu sangat di sayangkan kalau masih ada terjadi hal seperti ini.

“Ini cukup memprihatinkan bagi kita semua. Setiap pembahasan anggaran justru kita yang teriak. Bagaimana dengan sarana dan prasarana terutama dinas kesehatan.
Tapi mereka selalunya bilang tidak ada masalah,”kata Abduh saat dikonfirmasi lewat WhatsApp Senin 8/04/2024.

Kemudian Abduh menduga, hal itu boleh jadi ini terjadi karena kepala PKM masih agak segan terhadap orang yang di atasnya trutama pada petinggi dinas kesehatan.

Selama ini dirinya mencium ada indikasi PKM itu segan. Dengan kejadian ini kita berharap ini menjadi pelajaran berharga buat dinas. Karena Ini sangat ironis dan memalukan. Lagian ini menyangkut nyawa.

“Jadi dengan adanya kejadian tersebut saya Justru meminta perlu dilakukan audit keuangannya yang menurut saya biaya operasional mereka biar jelas kenapa hal itu bisa terjadi,”tegas Abduh.

Bahkan dia dengan tegas menyarankan agar komisi I meminta persetujuan pimpinan DPRD untuk RDP.

“Ini perlu di bawa ke jalur RDP bila perlu lintas komisi. Sekedar di ketahui untuk RDP itu harus pimpinan yang bersurat,”pintanya

Hingga berita ini diterbitkan awak media belum mendapatkan komfirmasi dari kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur terkait kejadian tersebut. Lap Tim ST.