LUTIM. SINYALTAJAM. COM- Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sulawesi, Seksi Wilayah I Makassar, melalui Manggala Agni Daops Sulawesi I/Gowa, terus meningkatkan upaya pencegahan kebakaran hutan di Kabupaten Luwu Timur. Patroli terpadu yang melibatkan berbagai unsur seperti TNI, Polri, dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) gencar dilaksanakan di sejumlah wilayah rawan terjadinya kebakaran hutan.
Kegiatan patroli terpadu ini telah dilaksanakan secara berkala, yakni pada tanggal 25-28 Agustus 2025, 1-3 September 2025, 8-10 September 2025, dan akan berlanjut pada 15-17 September 2025. Selain patroli terpadu, juga dilakukan patroli mandiri yang melibatkan perangkat desa dan KPH setempat.
Adapun sasaran patroli kali ini adalah Desa Tarabbi, Desa Ussu, Desa Teromu, dan Desa Mahalona. Wilayah-wilayah ini menjadi fokus perhatian karena dinilai memiliki potensi tinggi terjadinya kebakaran hutan.
Komandan Regu (Danru) Daops Sulawesi I Gowa, Surullah Fajrin, menyampaikan harapannya agar kegiatan patroli ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan dampak dan bahaya kebakaran hutan. “Kami berharap masyarakat semakin sadar akan bahaya kebakaran hutan, baik bagi kesehatan maupun lingkungan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Surullah Fajrin menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam mencegah kebakaran hutan. Ia mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran, terutama membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
“Semoga tidak ada lagi titik hotspot (titik panas) dan fire spot (titik kebakaran) di wilayah Kabupaten Luwu Timur pada umumnya, dan khususnya di Kecamatan Malili, Kecamatan Mangkutana, Kecamatan Nuha, serta Kecamatan Towuti,” pungkasnya.(9/9/2025).
Dengan adanya upaya pencegahan yang intensif ini, diharapkan wilayah Luwu Timur dapat terhindar dari bencana kebakaran hutan yang merugikan.lap Masding.












