Pemda Lutim Berencana Manfaatkan Buangan Air PLTA Karebbe

Vale Idul Fitri

Malili, Sinyaltajam.com- Semenjak 10 tahun terakhir ini, keinginan pemerintah Kabupaten Luwu timur untuk memanfaatkan buangan air Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Desa Karebbe milik PT. Vale sebagai sumber air baku yang akan dikelola PDAM Kab. Lutim.

Terkait hal itu, DPRD Kab. Lutim mengundang pihak PT. Vale dalam Rapat Dengar Pendapat di ruang Komisi 3 Kantor DPRD kab. Lutim, Rabu, (19/02/2020).

Buangan air dari PLTA Karebbe dinilai potensial untuk dimanfaatkan PDAM sebagai sumber air baku untuk kebutuhan masyarakat se Kabupaten Lutim, namun, ironisnya pihak PT Vale terkesan menolak rencana itu. Alansannya, izin pembangunan bendungan itu bukan untuk kepentingan sumber air bersih, melainkan untuk kepentingan pembangkit listrik.

“Kami ini hanya mengelola bendungan sebagai pembangkit listrik untuk kepentingan PT. Vale, kami akan berkonsultasi ke BKSDA Provinsi sebagai pemberi izin serta harus berkonsultasi dengan Komisi Keamanan Bendungan,” kata Yusri perwakilan PT. Vale kepada media ini.

Jika kelak ada rekomendasi dari BKSDA lanjut Yusri, baru bisa kita jalankan sesuai rekomendasinya, sepanjang tidak mengganggu operasional PLTA, sebab kami memiliki izin hanya khusus untuk pembangkit listrik. Jadi izin kami hanya Single Purpose, bukan Multi Purpose.

Sementara itu Anggota DPRD dari Komisi 3 Najamuddin mengatakan, jika melihat ijin peruntukan bendungan memang diakui bahwa izin tersebut semata untuk kebutuhan listrik, tapi untuk memanfaatkan buangan air dari PLTA Karebbe tidak ada salahnya.

“Jika pihak PT. Vale punya niat baik untuk memberikan respon, karena jelas tidak merubah dan menganggu aktivitas PT. Vale, sebab hanya pemasangan mulut Pipa air yang akan kita lakukan. Mengenai perijinan, kan bisa dibicarakan pada pihak yang berkompoten, baik itu di BKSDA di Provinsi, maupun di Komisi Keselamatan Bendung yang ada di Jakarta. Intinya, tergantung pemilik bendungan, apakah punya niat untuk memberikan ijin atau tidak, tegas Najamuddin.

Hal sama dikemukakan Kepala Badan Bencana Daerah Luwu Timur
Drs. Muh. Sabur, dalam rapat dengar pendapat tersebut mengatakan, bahwa rencana pemanfaatan Air buangan PT Vale di Dam Karebbe sebagai sumber air kebutuhan masyarakat sangat potensial.
“Saya waktu masih menjabat Kepala Bappeda sepuluh tahun lalu, sudah pernah menganggarkan perencanaan pembangunan jaringan air bersih di DAM Karebbe, tapi entah bagaimana rencana itu gagal, saya tidak tahu,” kata Sabur, dengan nada tanya. (Mr/Mal)

JANGAN LEWATKAN