Penjelasan PT Vale Terkait Air Limpasan di Area Tambang Petea

Sorowako, Sinyaltajam.com- Menyikapi tayangan berita media ini pada Rabu, (05/02/2020) kemarin, “Banjir di Area Tambang PT Vale Warga Sekitar Danau Mahalona Khawatir”, Senior Manager Communications PT Vale, Suparam Bayu Aji, mengirim rilis penjelasannya.

Suparam Bayu Aji menjelaskan, bahwa bulan ini di Indonesia telah masuk musim penghujan, termasuk di Sorowako, dan wilayah sekitarnya. Pada Rabu, saat banjir melanda area tersebut, 5 Februari 2020, terjadi hujan sangat deras di atas intensitas curah hujan normal pada area tambang aktif PT Vale di Petea. Puncaknya terjadi sekitar pukul 16.00 WITA dengan intensitas curah hujan sekitar 63 mm/jam.

Hujan deras mengguyur area tambang, jalan angkut beserta tanggulnya. Limpasan air hujan telah membuat salah satu tanggul tambang terkikis dan menyebabkan air melimpas cukup deras. Air limpasan tersebut kemudian mengalir ke kolam pengendapan sedimen (sediment pond) yang telah disiapkan sebelum penambangan dimulai. Air limpasan akan memasuki kolam endapan secara berjenjang sebelum masuk ke Petea Far East dan sebagian lagi dialirkan ke kolam pengendapan Petea East.

Mempertimbangkan derasnya air limpasan tersebut, tim dari PT Vale segera mengupayakan untuk mengatur air limpasan ke Petea Far East untuk mengurangi beban air limpasan ke sediment pond di Petea East.

“Kami mengambil sampel secara berkala setiap 4 jam. Saat ini sampel tersebut sedang dikirimkan ke laboratorium yang tersertifikasi.” tulis Suparam dalam rilisnya.

Dan pagi ini lanjutnya, Kamis, 6 Februari 2020, hasil monitoring tim PT Vale terhadap kondisi air limpasan menunjukkan hasil normal. Hasil pengamatan visual padatan tersuspensi (TSS) sekitar 40 pmm – 50 ppm, sementara Pemerintah melalui Permen LH No. 9/2006 menetapkan baku mutu TSS sebesar 200 ppm.

PT Vale juga telah menginformasikan kejadian ini ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu Timur. Pungkas Suparam. (Humas PT Vale/Mal)

JANGAN LEWATKAN