Ratusan Kendaraan Antri BBM di SPBU Ussu Malili, Polisi Pastikan Pendistribusian Aman dan Lancar

LUTIM, SINYALTAJAM.COM — Ratusan warga Kabupaten Luwu Timur yang selama beberapa hari kesulitan mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) akhirnya dapat melaksanakan pengisian hari ini, Rabu (28/1/2026).

Terpantau Ratusan kendaraan roda dua dan roda empat berjejer panjang di SPBU 74.929.46 Desa Ussu, Kecamatan Malili, dalam rangka pendistribusian BBM yang kembali berjalan setelah terhambat akibat aksi unjuk rasa dan pemblokiran jalan poros beberapa hari terakhir.

Untuk memastikan kelancaran dan ketertiban proses pengisian, Polres Lutim bekerja sama dengan Polsek Malili melakukan pemantauan intensif di lokasi. Personel kepolisian tidak hanya mengawasi proses pendistribusian di area SPBU, tetapi juga mengatur aliran lalu lintas di jalan poros sekitar agar tidak terjadi kemacetan yang dapat memperparah kondisi.

Hasilnya, proses pengisian BBM hari ini berjalan dengan sangat baik aman, tertib, dan lancar tanpa adanya kendala yang signifikan. Meskipun antrian cukup panjang, setiap kendaraan dapat melaksanakan pengisian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Annas, salah satu warga yang turut serta dalam antrian pengisian BBM, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada pihak kepolisian atas peran aktif yang diberikan.

“Kami selaku warga sangat mengapresiasi kehadiran kepolisian yang telah hadir di lokasi ini karena mereka membantu mengatur lalu lintas serta mengawasi penyaluran BBM,” ucapnya dengan nada penuh rasa syukur.

Menurut Annas, tanpa adanya pengaturan dari pihak kepolisian, kondisi kemacetan di sekitar SPBU dan jalan poros kemungkinan besar akan terjadi dan dapat menghambat aktivitas masyarakat lainnya.

“Kalau mereka tidak ada, pasti macet dan proses pengisian akan menjadi sangat tidak teratur,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan pendistribusian BBM kali ini, operator SPBU Ussu tetap mematuhi surat edaran yang dikeluarkan oleh pemerintah Kabupaten Lutim. Adapun batasan pengisian BBM yang berlaku adalah sebesar Rp50.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp200.000 untuk kendaraan roda empat.

Ketentuan ini dibuat untuk memastikan bahwa BBM dapat tersalurkan secara merata kepada sebanyak mungkin warga yang membutuhkan, terutama setelah mengalami periode kekurangan pasokan akibat gangguan yang terjadi beberapa hari sebelumnya.

Diketahui bahwa antrian panjang yang terjadi hari ini tidak terlepas dari kondisi sebelumnya di mana suplai BBM ke Kabupaten Lutim terhambat.

Beberapa hari terakhir, aksi unjuk rasa yang menuntut pemekaran wilayah Luwu Raya disertai dengan pemblokiran jalan poros di beberapa titik strategis, sehingga mengganggu aliran distribusi suplai BBM ke wilayah Lutim.

Laporan: Masding