Sertijab Akan Digelar Serentak di Kecamatan Seko, Begini Tanggapan Yulius, S. Pd

Luwu Utara, Sinyaltajam.com- Menanggapi rencana Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Utara menggelar kegiatan Sertijab serentak untuk wilayah se Kecamatan Seko di Desa Eno, pada tanggal (15/02/2020) mendatang, Pengawas sekaligus Koordinator Wilayah Kec. Seko Yulius, S.Pd mengungkapkan bahwa Sertijab seharusnya disertai Serah Terima Barang Inventaris.

Yulis, S.Pd mengatakan Serah terima jabatan (sertijab) adalah prosedur yang lazim pada birokrasi. Jabatan bukanlah sesuatu yang abadi. Ada masa naik, pasti ada pula masa turun.

Makanya acara sertijab yang bersifat formil dan diikuti oleh acara informil berupa pisah sambut, selamat berpisah bagi pejabat yang dilepas dan selamat datang bagi pejabat yang baru, ini adalah agenda yang akan dihadiri Kepala Dinas Pendidkan Kabupaten Luwu Utara Jasrum, M.Si

“Saya tidak begitu mengetahui secara persis bagaimana prosedur sertijab. Tapi sebagai seorang yang lama meniti karir di pendidikan khususnya di Kecamatan Seko, saya telah beberapa kali mengalami langsung acara sertijab, baik sebagai pejabat yang menyerahkan jabatan lama, maupun yang menerima jabatan baru,” tutur Yulius pada Sinyaltajam.com Jum’at, 07/02/2020.

Dalam persoalan seperti itu lanjut Yulius, yang menandatangani dokumen sertijab ada tiga orang pejabat. Pertama, yang menyerahkan adalah kepala Sekolah yang lama, lalu pihak yang menerima kepala sekolah yang baru, dan diketahui oleh pemimpin sebagai atasan keduanya.

Kepala sekolah lama melengkapi dokumen sertijab tersebut dengan beberapa buku sebagai lampiran, yang antara lain berisikan job description, daftar personil, daftar inventaris Sekolah, rencana kerja tahunan yang telah selesai dilakukan, sambungnya.

Kemudian khusus mengenai daftar inventaris kantor juga ada keterangan kondisinya saat diserahterimakan. Misalnya ada 5 buah kendaraan operasional, di mana ada satu yang rusak, maka hal ini dijelaskan. Sepeda motor, gedung kantor, lemari, meja, kursi,  desktop, laptop, kalkulator, mesin hitung, lukisan dinding, dan apapun yang menjadi milik dinas, semua terperinci.

Tentunya, barang pribadi milik pejabat yang dipindahkan, sebelum serah terima, telah diambil terlebih dahulu. Barang pribadi ini biasanya berupa foto keluarga, lukisan, buku-buku yang dibeli sendiri, dan sebagainya.

“Memang, untuk barang yang secara fisik berada di kantor, gampang melacaknya saat serah terima. Yang agak rumit adalah barang-barang milik kantor yang ada di rumah dinas. Soalnya, adakalanya pejabat lama sudah bertugas di tempat lain, tapi dengan izin khusus keluarganya masih menempati sampai tahun ajaran sekolah berakhir, karena ada anaknya yang ingin pindah setelah kenaikan kelas”. Tutup Yulius. (Efr/Hm)

JANGAN LEWATKAN