Toleransi Beragama di Bulan Ramadan, Pengurus Gereja Katolik Kuasi Bagikan Takjil

Baca lainya. www.sinyaltajam.com

LUTIM. SINYALTAJAM.COM– Dalam suasana bulan Ramadan yang penuh berkah, yang menonjolkan semangat kebersamaan dan toleransi, pengurus dari Gereja Katolik Kuasi Paroki Santo Yosef di Malili turut mengambil peran aktif melalui kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat.

Pada Rabu sore, 4 Maret 2026,Pastor Kuasi-Paroki Santo Yosef Malili Pastor Andreas La Tobe, Pr. bersama DePas III Bidang Sosial Rivan Gobel (owner Toko Jaya Perkasa) Gereja Katolik Kuasi-Paroki Santo Yosef Malili turun langsung ke jalan membagikan ratusan paket takjil di depan Gereja Kuasi Puncak Indah, jalan trans Sulawesi Malili-Sorowako.

Walau beragama Katolik,   Pastor Andreas La Tobe dan pengurus gereja secara bersama menunjukkan bahwa toleransi dan saling menghormati keberagaman agama adalah nilai utama yang harus terus dijaga dan diteladani.

Kegiatan ini bukan hanya sebagai bentuk solidaritas antar umat beragama, tetapi juga sebagai nyata bahwa persaudaraan sejati tidak dibatasi oleh latar belakang kepercayaan.

“Kami percaya bahwa bulan Ramadan adalah momen yang sangat istimewa dan penuh makna bagi seluruh umat Muslim di Indonesia, termasuk di Kabupaten Luwu Timur. Sebagai bagian dari masyarakat yang menghormati keberagaman, kami ingin turut berpartisipasi dalam mempererat tali silaturahmi dan menunjukkan bahwa toleransi adalah kekuatan bangsa,” ujar Pastor Andreas La Tobe saat ditemui di lokasi kegiatan.

Kegiatan ini mendapat apresiasi yang besar dari warga masyarakat yang melintas, yang melihat bahwa gerakan nyata dari Gereja Katolik dan pemilik toko Jaya Perkasa mencerminkan kedekatan dan harmoni antarumat beragama di lingkungan mereka.

Banyak warga yang menilai bahwa langkah ini menjadi contoh nyata bahwa toleransi dan saling menghormati adalah pondasi penting dalam menjaga kedamaian dan keutuhan NKRI.

“Ini adalah teladan ter nyata bahwa keberagaman kita adalah kekayaan bangsa. Semoga kegiatan ini dapat memotivasi semua pihak untuk terus menjaga kerukunan dan saling menghormati, demi terciptanya masyarakat yang harmonis dan damai di Bumi Batara Guru Luwu Timur,” ujar salah satu warga yang menerima takjil. Lap Tim