Tragis di Pelosok: Bayi Meninggal dalam Kandungan Karena Fasilitas Kesehatan Tidak Memadai

Baca lainya. www.sinyaltajam.com

LUTRA.SINYALTAJAM.COM– Anak kecil berusia enam bulan dalam kandungan harus kehilangan nyawanya di tengah keterbatasan fasilitas layanan kesehatan di wilayah pelosok. Peristiwa menyayat hati ini menegaskan betapa pentingnya pemerataan layanan medis, terutama di daerah tertinggal.

Kejadian memilukan ini terjadi di Kecamatan Rampi, di mana seorang ibu harus merasakan duka mendalam setelah bayi yang dikandungnya dinyatakan meninggal dunia. Kejadian ini menuai sorotan tajam terhadap minimnya fasilitas dan tenaga medis di wilayah yang aksesnya sangat sulit.

Menurut keterangan keluarga, beberapa hari lalu keluarga mereka mengantar sang ibu melakukan pemeriksaan ke Puskesmas Rampi. Saat itu, tenaga perawat hanya memeriksa dan memberikan rujukan lanjutan ke RS Andi Jemma di Masamba karena dokter tidak tersedia. Tanpa menunggu lama, mereka berangkat menggunakan pesawat dan langsung mendapat perawatan intensif di fasilitas tersebut.

Setibanya di RS, hasil pemeriksaan USG menunjukkan bahwa bayi dalam kandungan sudah meninggal beberapa hari sebelumnya. Meskipun bayi lahir normal meski sudah meninggal dunia, luka mendalam tetap dirasakan keluarga. “Kami sedih dan kecewa, tapi harus tetap kuat. Ini kenyataan yang menyakitkan,” ujar perwakilan keluarga, Elisa Gerosi, saat acara pelepasan jenazah bayi di rumah kerabat di Desa Baebunta, Rabu (25/2/2026).

Peristiwa ini jadi cerminan keras ketidakmerataan layanan kesehatan di daerah terpencil. Minimnya fasilitas pemeriksaan kehamilan, kekurangan tenaga medis yang siap siaga, serta jarak yang sulit ditempuh, menjadi biang keladi peristiwa tragis ini.

Masyarakat berharap ada evaluasi menyeluruh dan langkah nyata dari pemerintah daerah, provinsi, serta pusat agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Pemerataan layanan kesehatan adalah harga mati, terutama untuk melindungi nyawa ibu dan anak yang menjadi indikator utama kesejahteraan sebuah daerah.

“Kami berharap pemerintah memikirkan strategi konkret agar fasilitas kesehatan di daerah terpencil diperkuat, tenaga medis ditambah, dan sistem rujukan darurat diperbaiki,” tutur keluarga luarnya penuh harap.

Sementara itu, ibu bayi yang meninggal masih menjalani perawatan intensif di RS Andi Jemma Masamba. Semoga kisah pilu ini menjadi pelajaran berharga bahwa pemerintah harus segera bergerak—karena nyawa tak bersalah tidak bisa digantikan. Lap Zakaria.