BONE.SINYALTAJAM.COM– Kepolisian Resor (Polres) Bone terus berkomitmen mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan sehat di era digital.
Hal tersebut disampaikan Kanit Tipikor Satreskrim Polres Bone, Iptu Sirajuddin, saat menjadi pemateri dalam Seminar Literasi Media Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Aula Lamellong, Sabtu (7/2/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Aliansi Media dan Wartawan Indonesia (AMWI) itu dihadiri para Kepala Sekolah TK/PAUD se-Kabupaten Bone, dengan fokus pembahasan pada bahaya cyber bullying serta pentingnya membangun sekolah ramah anak dan ramah digital.
Mewakili Kasat Reskrim Polres Bone AKP Aji Alvin Kurniawan, Iptu Sirajuddin menegaskan bahwa kasus perundungan di ruang digital menjadi tantangan serius seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini.
“Cyber bullying tidak hanya berdampak pada psikologis anak, tetapi juga berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum bagi pelakunya. Ini yang perlu dipahami bersama, baik oleh pendidik maupun orang tua,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa tindakan perundungan, penghinaan, ancaman, hingga penyebaran konten negatif melalui media sosial dapat dijerat ketentuan hukum, baik melalui UU ITE maupun KUHP baru, apabila memenuhi unsur pidana.
Lebih lanjut, Iptu Sirajuddin menekankan pentingnya peran sekolah, khususnya TK dan PAUD, sebagai garda terdepan dalam menanamkan nilai empati, etika, dan komunikasi positif sejak usia dini.
“Sekolah ramah anak harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan, termasuk di ruang digital. Kepala sekolah memiliki peran strategis dalam mengawal kebijakan ini,” ujarnya.
Ia juga mengajak para kepala sekolah untuk aktif mengawasi komunikasi digital di lingkungan sekolah, termasuk grup percakapan wali murid, agar tidak menjadi sarana munculnya perundungan atau konflik sosial.
Melalui kegiatan ini, Polres Bone berharap terbangun sinergi kuat antara pendidik, orang tua, media, dan aparat penegak hukum dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat, aman, dan berkarakter di era digital.
Seminar Literasi Media HPN 2026 tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran bersama tentang pentingnya literasi digital dan perlindungan anak di Kabupaten Bone.
Sedangkan Ketua Panitia Pelaksana Seminar Literasi Media HPN, Muhammad Asnur mengharapkan dengan sinergitas antara insan pers, Dinas Pendidikan dan Polres Bone dalam Seminar Literasi Media ini bisa baik kepala sekolah dan para guru bisa mencegah terjadinya kasus bullying terhadap siswa dengan komitmen bersama menciptakan ekosistem sekolah yang ramah anak, ramah digital. (Ical)












