Program Cetak Sawah di Lutim Dicap Gagal Total Oleh Masyarakat Tole

Baca lainya. www.sinyaltajam.com

LUTIM.SINYALTAJAM.COM – Program cetak sawah 2025 yang bersumber dari APBN yang ada di beberapa desa Mahalona Raya di Towuti Kabupaten Luwu Timur menuai kecewa mendalam dari masyarakat.

Bahkan sebagian warga menyebutkan bahwa program tersebut dapat dikatakan gagal total karena lahan yang di percetakan belum dapat digunakan untuk bercocok tanam.

Keluhan pertama datang dari Maskur, salah satu warga Desa Tole, yang menyampaikan kekesalan melalui grup WhatsApp pada Jumat (22/05/2026). “Assalamualaikum, cetak sawah yang di desa tole boleh di bilang gagal total,” ucap Maskur secara tegas.

” Apanya mau ditanam ini pak, sawahnya belum terbentuk, pematang belum ada, tonggak kayu masih berserakan, jalan air juga tidak ada. Banyak juga pepohonan hidup ditengahnya ” Ungkap Maskur.

“Kalau di tole 121 Hektar tidak tau di desa lain,”tambah Maskur terkonfirmasi.

Kekecewaan juga dirasakan masyarakat Desa Libukan Mandiri, Kecamatan Towuti. Salah satu warga mengungkapkan bahwa kondisi lahan yang di percetakan jauh dari harapan.

“Saya salah satu masyarakat yang kecewa dengan percetakan di sini, banyak lahan yang masih hutan kenapa terbaca lahan jadi, sangat mengecewakan,” kata Amirullah.

HANYA 300 HA SELESAI DARI 518 HA YANG DIRENCANAKAN

Tidak tinggal diam, mantan Anggota DPRD Luwu Timur, A. Usman Sadik yang dikenal getol, aktif memperjuangkan kepentingan masyarakat, mengkonfirmasi keluhan tersebut. Menurutnya, tidak hanya Desa Libukan Mandiri, tetapi juga Desa Kalosi SP 4 yang mengalami masalah serupa.

“Desa Kalosi SP 4 dan Desa Libukan Mandiri, semua petani belum terima karena lahan belum layak tanam,” jelasnya menyampaikan data rinci terkait luas lahan.

Ia menyebutkan bahwa total luas lahan yang direncanakan dalam program ini adalah 518 hektare, namun hanya sekitar 300 hektare yang selesai proses percetakan. Ia bahkan telah mengirimkan bukti berupa foto dan video yang menunjukkan kondisi aktual lahan tersebut.

PERTANYAAN SOAL KUOTA 2026, MASYARAKAT HARUS MENUNGGU 2027?

Tak hanya masalah kelayakan lahan, ia mengajukan pertanyaan mengapa program ini tidak dapat mendapatkan kuota pada tahun 2026 dan harus menunggu hingga tahun 2027.

“Apa masalahnya tidak dapat kuota 2026 lee? Menunggu 2027 kalau ada lee,” tambahnya dalam pembahasan di grup WhatsApp.

Hal tersebut juga jadi perhatian tokoh Masyarakat desa Libukan Mandiri Sahrul mengatakan. “Assalamu’alaikum. Kalau menurut saya, mungkin lebih baik jika seluruh Ketua Kelompok Tani beserta anggotanya membuat surat pernyataan kepada kontraktor. Hal ini bertujuan agar pekerjaan dapat dilanjutkan sesuai dengan isi dan ketentuan kontrak yang telah ditandatangani. Tujuannya supaya seluruh petani yang mendapatkan manfaat dari program pencetakan lahan sawah bisa merasa lega dan menerima hasilnya dengan baik. Sebab, berdasarkan pemantauan kami di lapangan, apa yang terlihat dalam foto maupun video itulah gambaran keadaan yang sebenarnya.”

Raksan kabid Prasarana dan sarana dinas Pertanian Luwu Timur yang dikutip dari laman okson. Mengatakan, kabupaten Luwu Timur pada 2025 mendapat program cetak sawah seluas 518 Hektar. Dari jumlah tersebut sekitar 300 Hektar sudah terealisasi.

” Sisanya itu berdasarkan hasil konfirmasinya ke Balai Lahan Irigasi Pertanian yang tersisa itu tetap akan dilanjutkan pekerjaannya. ” Jelas Raksan. Sedangkan untuk 2026 saat ini Dinas Pertanian Luwu Timur baru mau mengusulkan lagi sekitar 200 Hektar. ” Tutup Raksan.

Sementara. sampai saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait mengenai alasan dan proses, kondisi lahan yang belum layak tanam tersebut.

Masyarakat berharap pemerintah dapat segera menangani permasalahan ini agar program yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dapat memberikan manfaat yang sesungguhnya. Lap Tim.