Jadi Pembina Upacara di SMAN 11 Luwu Utara, Kapolsek Malangke Tekankan Disiplin dan Bahaya Narkoba

Kapolsek Malangke, Iptu Darni Konta SH, jadi pembina pada upacara bendera di SMA 11 Luwu Utara. Perwira Wanita Balok Dua itu tekankan kepada siswa untuk selalu disiplin dan jauji narkoba.

LUTRA, SINYALTAJAM.COM –
Kapolsek Malangke IPTU Darni Konta, SH bertindak sebagai pembina upacara bendera di SMAN 11 Luwu Utara, Desa Tolada, Kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara, Senin (24/8/2026).

Upacara yang dimulai sekitar pukul 07.15 Wita tersebut diikuti Kepala SMAN 11 Luwu Utara Idris, S.Pd., para guru dan tenaga pendidik, serta seluruh siswa dan siswi.

Dalam amanatnya, IPTU Darni Konta menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah yang telah memberikan kesempatan kepada jajaran Kepolisian untuk hadir langsung di tengah lingkungan pendidikan.

Kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi sekaligus memberikan pembinaan dan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada para pelajar.

Salah satu hal yang menjadi perhatian Kapolsek adalah keselamatan pelajar dalam berlalu lintas. Ia mengingatkan agar siswa yang belum cukup umur maupun belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) tidak mengendarai sepeda motor ke sekolah.

Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan sekadar kewajiban, tetapi merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

“Patuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama di jalan raya,” pesan IPTU Darni kepada para siswa.
Selain keselamatan berlalu lintas, Kapolsek juga mengingatkan para pelajar agar menjauhi narkoba, tawuran antarpelajar, serta pergaulan yang dapat merusak masa depan.

Ia menegaskan bahwa generasi muda merupakan aset penting bagi bangsa sehingga harus dijaga dan diarahkan pada kegiatan-kegiatan yang positif.
IPTU Darni juga mengajak siswa untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

Para pelajar diingatkan agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, termasuk berita bohong atau hoaks, serta menghindari tindakan perundungan di dunia maya atau cyberbullying.

“Gunakan media sosial untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat. Jangan sampai media sosial justru menjadi tempat melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.

Di hadapan para siswa, Kapolsek Malangke menekankan pentingnya membangun kebiasaan hidup disiplin sejak dini. Kedisiplinan, kata dia, harus diterapkan tidak hanya di sekolah, tetapi juga dalam lingkungan keluarga, masyarakat, hingga kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pesan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi para pelajar untuk tumbuh sebagai generasi yang bertanggung jawab, memiliki kesadaran hukum, serta mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif di lingkungan pergaulan.

Kegiatan pembinaan melalui upacara tersebut berakhir sekitar pukul 08.00 Wita dan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, serta terkendali.

Kehadiran pihak Kepolisian di lingkungan sekolah diharapkan dapat terus diperkuat melalui kegiatan pembinaan secara berkala, sehingga pesan tentang disiplin, keselamatan, kesadaran hukum, serta pencegahan kenakalan remaja dapat diterima secara langsung oleh para pelajar.

Laporan: Zakaria