Perkuat Solidaritas dan Inovasi Pendidikan, MKKS UPT SMP se-Lutra di Gelar di Rongkong

LUTRA, SINYALTAJAM.COM — 
Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Luwu Utara kembali digelar sebagai ruang bersama untuk memperkuat koordinasi, evaluasi, sekaligus membangun komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Kegiatan tersebut berlangsung di UPT. SMPN 1 Rongkong, Senin, 24 Agustus 2026. Pelaksanaan MKKS ini merupakan tindak lanjut dari hasil kesepakatan pada pertemuan MKKS sebelumnya yang digelar di Soroako pada Juni 2026.

Sejumlah agenda penting menjadi pembahasan dalam pertemuan yang diikuti para kepala sekolah SMP se-Kabupaten Luwu Utara.

Agenda pertama membahas pemantapan data guru yang akan mengikuti program Pembelajaran Mendalam (PM). Selain itu, MKKS juga mengevaluasi keikutsertaan guru dan kepala sekolah dalam penggunaan aplikasi Sindara, serta membahas pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di satuan pendidikan.”ungkap Anwar Sadat S.Pd M.Pd,selaku ketua mkks SMP kabupaten Luwu Utara.

Selain itu, Anwar Sadat, S.Pd., M.Pd., bersama Sekretaris Edi Adrian, S.Pd., M.Si., dan Bendahara Melhy Raja Amin, S.Pd., terus mendorong forum tersebut menjadi wadah komunikasi yang produktif bagi para kepala sekolah.

Dalam pertemuan itu, MKKS juga menegaskan komitmen untuk melaksanakan kegiatan secara rutin setiap dua bulan. Untuk pertemuan berikutnya, MKKS SMP Kabupaten Luwu Utara dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 di UPT. SMPN 1 Masamba.

Kegiatan MKKS dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan SMP yang diwakili Rasman Tumbang, S.Pd. Dalam arahannya, Rasman menekankan pentingnya menjaga solidaritas dan kebersamaan antarkepala sekolah dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin satuan pendidikan.

Ia juga mengingatkan agar setiap kebijakan dan langkah yang diambil di sekolah tetap berada dalam koridor ketentuan yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan dan Pemerintah Kabupaten Luwu Utara.

“Bapak pimpinan menyampaikan kepada kita agar terus menjadi garda terdepan dalam dunia pendidikan serta berani membuat sebuah inovasi pendidikan,” ungkap Rasman.

Menurutnya, kepala sekolah tidak hanya dituntut mampu menjalankan fungsi administratif, tetapi juga harus hadir sebagai pemimpin pembelajaran yang mampu menggerakkan guru, membangun budaya sekolah yang positif, serta menghadirkan inovasi sesuai kebutuhan peserta didik dan perkembangan zaman.

Forum MKKS diharapkan tidak berhenti pada agenda koordinasi rutin, tetapi menjadi ruang berbagi praktik baik, menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan secara bersama, serta memperkuat jejaring antar-satuan pendidikan di Kabupaten Luwu Utara.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, para kepala sekolah diharapkan mampu menjadi motor penggerak peningkatan mutu pendidikan sekaligus menghadirkan layanan pendidikan yang semakin adaptif, humanis, dan relevan bagi generasi masa depan.

Laporan: Zakaria