Morowali.SINYALTAJAM.COM – Kasus siswi SD di Morowali yang diduga keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) terus bergulir. Setelah sebelumnya ibu kandung korban mengungkapkan kekecewaannya, kini pihak penyelenggara MBG memberikan klarifikasi.
Sebelumnya diberitakan, seorang siswi kelas V SDN 2 Bahomotefe mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi MBG yang diduga basi. Pihak keluarga menyayangkan sikap penyelenggara yang dianggap tidak bertanggung jawab dan menutupi kejadian tersebut.
Namun, Sabtu (07/02/2026), salah seorang penyelenggara MBG berinisial Adp membantah tudingan tersebut. Kepada media, Adp menyatakan bahwa hasil pemeriksaan dari pihak puskesmas menunjukkan siswi tersebut tidak mengalami keracunan. “Berita keracunan itu tidak betul. Dari pihak puskesmas juga bilang itu bukan keracunan, tapi anaknya memang sakit perut,” ujarnya.
Adp juga mengklaim bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan makanan sebelum didistribusikan. “Dari kami juga sebelumnya sudah periksa makanannya dan ahli gizi kami juga sudah lakukan uji organoleptik sebelum makanan didistribusikan ke anak-anak. Memang tidak ada basi sebelumnya,” katanya.
Meski membantah adanya keracunan, Adp mengakui adanya kelalaian dari pihak penyelenggara. “Memang kelalaian dari kami juga itu,” ujarnya.
Adp juga menjelaskan bahwa mual yang dialami siswa lain kemungkinan disebabkan oleh bau makanan. “Anak yang lain mual itu kemungkinan karena bau dari makanan itu, makanya mereka mual. Saya sudah konfirmasi ke pihak sekolah juga untuk mencegah anak-anak untuk tidak dimakan,” jelasnya.
Terkait pernyataan ibu kandung korban yang menyebut anaknya keracunan, Adp menyatakan bahwa hal tersebut merupakan asumsi karena hasil diagnosis belum diketahui. “Kalau pihak orang tua korban memang bilang keracunan anaknya karena hasil diagnosisnya belum diketahui, makanya asumsi orang tuanya keracunan. Dan kami tetap bertanggung jawab terhadap anak itu, kami selalu berkomunikasi baik dengan pihak orang tuanya, dari pihak MBG juga tidak tinggal diam dengan peristiwa itu,” pungkasnya.
Klarifikasi dari pihak penyelenggara MBG ini tentu menimbulkan pertanyaan baru. Masyarakat berharap agar kasus ini dapat segera diselidiki secara tuntas dan transparan untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut dan memastikan keamanan program MBG di masa mendatang. Lap Kordinator Liputan Morowali Rahmad.












