LUWU  

Kapolres dan Wakil Bupati Luwu Mediasi Tawuran Pelajar, Dorong Perdamaian dan Kembali Fokus Belajar

LUWU, SINYALTAJAM.COM – Polres Luwu bersama Pemerintah Kabupaten Luwu menggelar mediasi pascatawuran yang melibatkan sejumlah pelajar sekolah menengah di wilayah Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu. Kegiatan tersebut menjadi langkah bersama untuk meredam potensi konflik sekaligus membangun komitmen perdamaian antarpelajar.

Mediasi berlangsung di Aula Kantor Camat Walenrang, Senin (24/9/2026), dipimpin Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo, S.H., S.I.K., M.Si., didampingi Wakil Bupati Luwu Muh Dhevy Bijak Pawindu, S.H.

Turut hadir mewakili Dandim 1403 Palopo melalui Danramil 1403-07 Walenrang Kapten Inf. Illang, Camat Walenrang Ikram, S.I.P., Camat Walenrang Utara Samsuddin Matanre, Kasatpol PP Kabupaten Luwu H. Andi Ibrahim Sikki, S.STTP., M.M., Kasat Binmas AKP Petrus Sandalle, Kasat Intelkam AKP Sumarre Usman R., S.H., Kapolsek Walenrang AKP Abdul Azis, Kapolsek Lamasi AKP Kawaru, para kepala sekolah, orang tua siswa, serta para pelajar yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kecamatan Walenrang sebagai upaya mencari solusi dan mencegah terulangnya aksi tawuran antarpelajar.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Luwu Muh Dhevy Bijak Pawindu menyampaikan keprihatinannya atas terjadinya aksi tawuran yang melibatkan para pelajar. Ia mengingatkan bahwa setiap siswa memiliki masa depan dan cita-cita yang harus dijaga dengan perilaku positif.

“Saya sangat menyayangkan dan bersedih melihat adik-adik saling melukai. Kalian semua memiliki cita-cita yang tinggi. Karena itu, jangan sampai tindakan hari ini justru menjadi hambatan bagi masa depan kalian,” ujar Wakil Bupati Luwu.

Ia juga mengajak seluruh pelajar untuk menjadikan peristiwa tersebut sebagai pembelajaran serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun unggahan di media sosial yang dapat memicu konflik.

“Kami tidak ingin lagi melihat ada adik-adik yang menjadi korban maupun tersangkut dalam perkara hukum. Setelah ini, mari kembali fokus belajar dan mengejar cita-cita. Kepada para kepala sekolah, kami berharap terus memberikan pendidikan, ilmu pengetahuan dan etika yang baik kepada anak-anak kita,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo menekankan pentingnya mengetahui akar persoalan yang menjadi pemicu terjadinya tawuran. Dalam mediasi tersebut, sejumlah siswa diberikan kesempatan menyampaikan secara langsung kronologi dan faktor yang menyebabkan terjadinya aksi saling serang antarpelajar.

Dari keterangan para siswa, diketahui bahwa aksi tersebut dipicu oleh adanya ejekan, saling sindir, serta aksi saling melempar batu yang kemudian berkembang menjadi aksi penyerangan dan aksi balasan antarkelompok pelajar.

Kapolres Luwu menegaskan bahwa permasalahan antarpelajar tidak boleh diselesaikan dengan kekerasan. Menurutnya, komunikasi, pembinaan dan penyelesaian secara bersama-sama merupakan langkah yang lebih tepat untuk menjaga keamanan sekaligus melindungi masa depan para pelajar.

“Yang kami ingin pastikan adalah kita mengetahui apa yang menjadi penyebabnya, kemudian kita selesaikan bersama. Jangan sampai persoalan ejekan atau saling sindir di antara pelajar berkembang menjadi kekerasan. Saya berharap setelah pertemuan ini tidak ada lagi kejadian serupa,” tegas Kapolres Luwu.

Kapolres juga mengajak para siswa untuk tidak mudah terpancing oleh provokasi, khususnya melalui media sosial. Ia meminta para pelajar menjaga nama baik sekolah dan menyelesaikan setiap persoalan dengan cara yang dewasa serta mengedepankan komunikasi.

Sebagai bentuk kesungguhan untuk mengakhiri konflik, seluruh pelajar yang hadir kemudian menyatakan sikap untuk berdamai. Pernyataan tersebut dipimpin Wakil Bupati Luwu dan dilanjutkan dengan saling berjabat tangan antar siswa sebagai simbol perdamaian dan komitmen untuk tidak mengulangi aksi tawuran.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan pernyataan sikap damai oleh perwakilan siswa dari masing-masing sekolah. Masing-masing sekolah mengikutsertakan lima orang siswa dalam penandatanganan tersebut.

Langkah mediasi ini diharapkan menjadi momentum untuk membangun kembali hubungan yang baik antarpelajar, memperkuat peran sekolah dan orang tua dalam melakukan pembinaan, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif di wilayah Kecamatan Walenrang.

Polres Luwu bersama Pemerintah Kabupaten Luwu juga berkomitmen untuk terus mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam menangani persoalan yang melibatkan generasi muda, dengan tetap memberikan edukasi mengenai konsekuensi hukum dari setiap tindakan kekerasan.

Laporan: Supriadi Parintak