TORUT, Sinyaltajam.com – Akses transportasi di Lembang Ampang Batu, Kecamatan Rindingallo, Kabupaten Toraja Utara, saat ini sangat membutuhkan perhatian serius. Pasalnya, sejumlah ruas jalan di Lembang tersebut mengalami kerusakan parah dan sulit untuk dilalui oleh warga, terutama jika musim hujan.
Menyikapi hal itu, Kepala Lembang Ampang Batu, Matius Mapun, tanpa kenal lelah terus berupaya agar akses jalan di kampung itu mendapat perhatian dari banyak pihak untuk bisa diperbaiki dan dilalui warga.
Guna menyikapi masalah bersama yang dirasakan warga setempat khususnya di dua dusun yakni, Perangian serta Dusun Tagari, Kepala Lembang Ampang Batu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bermusyawarah.
”Melihat hancur dan sulitnya akses jalan ke Lembang kami, maka melalui musyawarah, masyarakat sepakat untuk bergotong royong melakukan pembangunan jalan ini dengan dana partisipasi seikhlasnya dari masyarakat dan khususnya perantau,” ujarnya.
Tentunya warga sepakat bahu-membahu memperbaiki jalan secara swadaya lewat kegiatan rabat beton sepanjang 500 meter, lebar 3 meter dengan ketebalan jalan 17 cm. Pekerjaan jalan tersebut mengandalkan dana partisipasi seikhlasnya dari para perantau asal kampung tersebut.
Matius kemudian melakukan komunikasi dan berkoordinasi dengan ketua perantau, Yusuf Tandibua dan BPK Yusdam. Ini imaksudkan agar lewat keduanya dapat menghubungi para perantau yang berada di luar Sulawesi.
Dia juga menjelaskan, selain pekerjaan rabat beton, pihaknya juga memperoleh bantuan pembangunan perkerasan jalan dari Pemkab Toraja Utara sepanjang 2,118 Km dengan total anggaran Rp1,6 miliar lebih.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Lembang Ampang Batu terutama di Dusun Perangian dan Dusun Tagari merasa bersyukur dan berterima kasih atas bantuan dan dukungan pemerintah dan masyarakat. Karena dulunya akses jalan sangat susah di lalui ketika musim hujan, kini jalan tersebut dalam tahap pengerjaan,” jelas Matius Mapun, Jumat (16/10/2026).
Matius menyebutkan, gerakan gotong royong ini merupakan bentuk ikhtiar nyata warga demi mempermudah mobilitas mereka.

Kepala Lembang Ampang Batu juga secara khusus mengucapkan terima kasih dan sangat bersyukur atas bantuan pemerintah yang memberikan alokasi anggaran perbaikan jalan sebesar Rp1, 6 miliar lebih dengan panjang volume jalan 2 kilometer lebih.
Hanya saja, kata dia, mengingat masih panjangnya sisa ruas jalan yang belum diperbaiki serta minimnya sumber dana, pihaknya juga membuka pintu seluas-luasnya bagi pihak luar yang ingin berpartisipasi, khusus bagi warga perantauan.
Matius Mapun secara khusus memohon uluran tangan dari para relawan, dermawan, maupun para perantau agar sudi menyisihkan sebagian rezekinya. “Bantuan tersebut sangat diharapkan guna merampungkan pembangunan jalan yang menjadi urat nadi perekonomian dan aktivitas harian warga Lembang Ampang Batu.
Dikatakan, Inisiatif melakukan rabat beton jalan di kampung itu, muncul sebagai respons terhadap kondisi jalan di Lembang yang memprihatinkan, terutama saat musim hujan. Jalan yang berlumpur dan sulit dilalui menghambat aktivitas warga, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, maupun sosial.
“Kami menyadari bahwa kondisi jalan yang buruk sangat mempengaruhi kehidupan warga sehari-hari. Oleh karena itu, kami berinisiatif untuk melakukan perbaikan jalan secara swadaya, dengan harapan dapat meningkatkan aksesibilitas dan mempermudah aktivitas warga.” terang Matius.
Sebagai Kepala Lembang, Matius, mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat dan berjanji akan terus mendukung kegiatan-kegiatan positif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga.
“Pemerintah Lembang Ampang Batu akan terus berupaya mencari solusi untuk meningkatkan infrastruktur Lembang. Kami berharap kegiatan perbaikan jalan ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat setempat, serta menjadi contoh nyata semangat gotong royong dan kepedulian terhadap pembangunan Lembang Ampang Batu,” tandas Matius Mapun.
Pewarta: Eli Malino












