Warga Gotong Royong Selamatkan Harta Korban
LUTRA, Sinyaltajam.com — Musibah kebakaran yang menimpa keluarga Luter Obet, atau yang akrab disapa Papa Linda, di Dusun Rante Paccu, Desa Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, pada Kamis (24/9/2026), menyisakan duka, kerugian material, serta trauma bagi pemilik rumah dan anggota keluarganya.
Namun, di balik peristiwa memilukan tersebut, tersimpan kisah kepedulian dan solidaritas masyarakat yang bergerak cepat membantu memadamkan kobaran api, sehingga rumah beserta seluruh isinya tidak sampai hangus dilalap si jago merah.
Saat ditemui media pada Rabu (30/9/2026), Luter Obet menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan mendalam kepada masyarakat sekitar yang dengan sigap memberikan pertolongan ketika api mulai membesar.
Menurutnya, tanpa respons cepat dan kerja sama warga, kebakaran tersebut berpotensi menghanguskan seluruh bangunan rumah beserta harta benda yang ada di dalamnya.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat yang sudah membantu memadamkan api. Kalau bukan karena kesigapan dan kepedulian mereka, mungkin seluruh rumah dan isinya sudah habis terbakar,” ungkapnya dengan penuh haru.
Berdasarkan penuturan pemilik rumah, peristiwa kebakaran bermula dari aktivitas pembakaran tumpukan sampah dalam jumlah kecil di sekitar rumah.
Namun, kondisi cuaca yang panas menyebabkan api dengan cepat merambat hingga mengenai dinding rumah berbahan papan, khususnya pada bagian belakang yang merupakan area dapur.
Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan mulai mengancam bagian bangunan lainnya. Menyadari bahaya tersebut, pemilik rumah berteriak meminta pertolongan. Teriakan itu segera direspons tetangga dan warga sekitar yang bergegas mendatangi lokasi kejadian.
Tanpa menunggu lama, masyarakat bahu-membahu melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya.
Di tengah situasi yang menegangkan, semangat gotong royong warga menjadi penentu dalam mengendalikan kobaran api.
Berkat kerja keras dan kesigapan masyarakat, api akhirnya berhasil dipadamkan sebelum menjalar lebih luas. Meski demikian, sebagian bangunan rumah, terutama pada bagian belakang telah hangus terbakar.
pascakebakaran, keluarga Luter Obet mulai berupaya membenahi kondisi rumah serta memilah barang-barang yang masih layak digunakan.
Bagian rumah yang terdampak kebakaran masih memperlihatkan bekas kehangusan.
Sejumlah material bangunan mengalami kerusakan akibat kobaran api, menjadi pengingat atas musibah yang dialami keluarga tersebut.
Di tengah keterbatasan dan kerugian yang harus ditanggung, keluarga tetap berusaha bangkit perlahan.
Barang-barang yang masih dapat diselamatkan dibersihkan dan ditata kembali sebagai bagian dari upaya memulihkan kondisi rumah.
Peristiwa ini bukan sekadar meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga pengalaman traumatis bagi keluarga yang harus menghadapi kobaran api secara tiba-tiba.
Meski demikian, kehadiran masyarakat yang memberikan pertolongan menjadi penguat tersendiri bagi keluarga untuk melewati masa sulit tersebut.
Pascakejadian, kondisi kebakaran rumah tersebut telah dilaporkan kepada Pemerintah Desa Baebunta sebagai bentuk penyampaian informasi terkait musibah yang dialami warga.
Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas pembakaran sampah, terutama ketika cuaca panas dan kondisi lingkungan kering.
Api yang awalnya terlihat kecil dapat dengan cepat membesar apabila tidak diawasi dan berpotensi merambat ke bangunan, kebun, maupun kawasan hutan di sekitarnya.
Musibah yang dialami keluarga Luter Obet memperlihatkan bahwa kepedulian dan kebersamaan masyarakat memiliki arti besar dalam menghadapi keadaan darurat.
Di saat api mengancam tempat tinggal dan harta benda, kehadiran tetangga yang sigap memberikan pertolongan menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong masih hidup dan menjadi kekuatan bagi masyarakat dalam menghadapi musibah.
Pewarta: Zakaria












