LUTRA. SINYALTAJAM.COM-Di tengah tuntutan tata kelola pemerintahan yang semakin transparan dan akuntabel, Inspektorat Kabupaten Luwu Utara terus memperkuat perannya sebagai mitra pembina bagi seluruh perangkat daerah. Di bawah kepemimpinan Inspektur Muhammad Hadi, SH, pendekatan pengawasan kini lebih menitikberatkan pada upaya pencegahan dan pembinaan, bukan semata-mata penindakan.
Semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai langkah strategis yang bertujuan menciptakan budaya kerja yang profesional, taat aturan, dan berintegritas. Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah layanan “Ruang Consulting”, sebuah ruang konsultasi yang terbuka bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk berdiskusi dan mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.
Saat ditemui di ruang kerjanya, Muhammad Hadi menjelaskan bahwa fungsi Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) sejatinya adalah membina dan mengawal, sehingga setiap potensi kesalahan dapat dicegah sebelum berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar.
“Kami membuka ruang konsultasi bagi seluruh OPD. Jika ada hal yang belum dipahami atau membutuhkan pendampingan, silakan datang dan berdiskusi bersama kami. Pencegahan jauh lebih baik daripada menyelesaikan masalah setelah terjadi pelanggaran,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan pengawasan tidak hanya diukur dari banyaknya temuan, tetapi dari kemampuan mendorong setiap perangkat daerah untuk menjalankan tugas sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena itu, Inspektorat Luwu Utara terus mengedepankan pendekatan yang komunikatif dan kooperatif. Setiap temuan hasil pemeriksaan diarahkan untuk segera diperbaiki melalui pembinaan dan pendampingan, sehingga tidak selalu berujung pada sanksi.
“Pengawasan itu bukan untuk menakut-nakuti. Kami hadir untuk memastikan setiap kekeliruan dapat diperbaiki dan tidak berulang. Yang terpenting adalah bagaimana tata kelola pemerintahan berjalan dengan baik dan akuntabel,” jelasnya.
Selain melakukan pembinaan terhadap OPD, Inspektorat saat ini juga tengah melaksanakan audit terhadap 41 desa yang kepala desanya akan mengakhiri masa jabatan. Audit tersebut dilakukan guna memastikan seluruh pengelolaan keuangan desa dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan sesuai aturan.
Muhammad Hadi menegaskan, proses audit tidak hanya bertujuan menemukan kesalahan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi pemerintah desa untuk melakukan perbaikan apabila ditemukan kekeliruan administrasi maupun pengelolaan keuangan.
“Kami ingin seluruh proses berjalan dengan baik dan tuntas. Jika ada hal yang perlu diperbaiki, maka perbaikannya dilakukan saat proses audit berlangsung. Tujuan akhirnya adalah memastikan pengelolaan keuangan desa benar-benar dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Sebagai nahkoda baru Inspektorat Luwu Utara, Muhammad Hadi membawa motto “Inspektorat Sahabat Semua”. Motto tersebut menjadi cerminan komitmen lembaga yang dipimpinnya untuk membangun hubungan yang lebih humanis, terbuka, dan konstruktif dengan seluruh elemen pemerintah daerah.
Melalui komunikasi yang intensif dan pendekatan yang lebih persuasif, Inspektorat ingin menjadi sahabat sekaligus mitra strategis dalam menjaga integritas serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Langkah ini juga sejalan dengan visi dan arahan Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, yang terus mendorong penguatan sistem pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan yang bersih serta berwibawa.
Dengan semangat “Inspektorat Sahabat Semua”, Inspektorat Luwu Utara berharap dapat menghadirkan pengawasan yang tidak hanya berfungsi sebagai kontrol, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran, pendampingan, dan solusi bagi seluruh perangkat daerah dalam mewujudkan pemerintahan yang profesional, transparan, dan dipercaya masyarakat. Lap Zakaria.












