Mewakili Kontraktor Lokal, Usman Sadik Tegaskan PT VALE Harus Adil Jangan Jadikan Kami Penonton Daerah Sendiri

Baca lainya. www.sinyaltajam.com

LUTIM. SINYALTAJAM.COM– Sebanyak 478 kontraktor lokal yang tergabung dalam Aliansi Asosiasi Pengusaha Lokal Luwu Timur mengeluarkan seruan tegas kepada PT Vale Indonesia Tbk untuk menerapkan prinsip kesetaraan dan non-diskriminatif dalam proses kerja sama dengan pelaku usaha daerah. Permintaan ini disampaikan usai rapat koordinasi yang digelar di Hotel Melia Jalan Mappanyukki Makassar, Jumat (19/6/2026).

Aliansi yang terdiri dari 13 asosiasi pengusaha lokal tersebut menginginkan perusahaan tambang besar tersebut membuka akses yang setara dan adil, sehingga kontraktor lokal memiliki kesempatan yang sama untuk terlibat dalam proyek-proyek yang berjalan di wilayah Luwu Timur.

13 ASOSIASI DENGAN RIBUAN ANGGOTA

Anggota aliansi berasal dari berbagai asosiasi yang memiliki fokus pada sektor usaha yang berbeda, antara lain:

HIPSO (135 anggota)
ASPETI (55 anggota)
KUAT (21 anggota)
AKAL LUTIM (38 anggota)
AKL-LUTIM (52 anggota)
HIPWAS (27 anggota)
ASPEBI (15 anggota)
GAPMAL (41 anggota)
HIPTI (8 anggota)
APTA (10 anggota)
ASPENA (28 anggota)
HIPELTA (35 anggota)
HIPMATA (13 anggota)

Dalam pernyataan bersama, aliansi meminta PT Vale untuk menyederhanakan prosedur prakualifikasi bagi perusahaan lokal. Selain itu, juga ditekankan perlunya menerapkan mekanisme validasi dan klarifikasi data yang jelas bagi perusahaan yang telah lulus penilaian sebelumnya.

“Kami berharap PT Vale Terapkan Prinsip Kesetaraan dan Non-Diskriminatif, dan membuka ruang bagi kontraktor lokal untuk menunjukkan kemampuannya,” ujar Usman Sadik yang mewakili aliansi, saat memberikan keterangan pasca rapat.

INGIN BERKONTRIBUSI, BUKAN HANYA MENONTON

Usman Sadik menegaskan bahwa para pengusaha lokal berhak untuk terlibat aktif dalam perkembangan ekonomi daerah, bukan hanya menjadi penonton di tanah sendiri.

“Kami minta dibuka akses yang setara dan adil bagi pelaku usaha daerah dalam proses kerja sama perusahaan di PT Vale, biar tidak jadi penonton di daerah sendiri,” tegasnya sambil memperjuangkan hak anak lokal.

Para pengusaha berharap kebijakan yang lebih inklusif ini dapat membuka ruang lebih luas bagi kontraktor lokal untuk menunjukkan kemampuan dan pengalaman kerja mereka. Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta meningkatkan penyerapan tenaga kerja bagi warga Kabupaten Luwu Timur. Lap Tim.