Proyek Penimbunan Pasar Desa Bahomakmur Menuai Protes, Mobil Besar Sempitkan Jalan dan Buat Licin

Baca lainya. www.sinyaltajam.com

Morowali. SINYALTAJAM.COM – Proyek penimbunan lokasi pasar Desa Bahomakmur, Kabupaten Morowali, menuai protes dari sejumlah masyarakat pengguna jalan. Kegiatan penimbunan yang menggunakan kendaraan berat beroda 10 dan 12 ini dilakukan di tengah padatnya lalu lintas, membuat kondisi jalan semakin tidak nyaman bahkan berpotensi membahayakan pengendara.

Hal itu disampaikan langsung oleh Amrin, salah satu pengendara umum, kepada awak media pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 14.20 WITA. Menurutnya, aktivitas penimbunan dengan menggunakan mobil besar sangat mengganggu pengguna jalan khususnya pengendara roda dua.

“Aktifitas penimbunan menggunakan mobil besar sangat meresahkan kami pengendara umum khususnya roda dua. Selain jalan sempit, kotor dan licin akibat lumpur tanah merah yang melengket di ban mobil 10 dan 12 roda,” ucapnya.

Amrin menambahkan, pihak pemerintah desa dan instansi terkait tampaknya hanya melakukan pembiaran tanpa memikirkan keselamatan pengendara umum. Menurutnya, jika menggunakan mobil beroda 6 masih bisa diterima karena tidak terlalu besar dan tidak mendominasi jalan.

“Pemerintah desa Bahomakmur dan instansi terkait hanya melakukan pembiaran, tanpa memikirkan keselamatan pengendara umum. Coba kalau pake mobil 6 roda masih mending karena tidak terlalu besar dan kuasai jalan. Ini 10 dan 12 roda bagaimana besarnya itu, mobil kita sudah tidak kebagian jalan,” jelasnya.

Ketika dikonfirmasi langsung melalui WhatsApp, pihak pemerintah desa Bahomakmur hanya memberikan tanggapan singkat: “Waalaikum salam kendaraan nimbun lokasi calon pasar Bahomakmur”. Tidak ada klarifikasi apapun mengenai keluhan yang disampaikan masyarakat, apalagi langkah yang akan diambil untuk mengatasi masalah tersebut.

Kondisi ini membuat masyarakat khawatir, terutama terkait keselamatan pengguna jalan. Pertanyaan besar muncul: jika terjadi insiden akibat aktivitas penimbunan tersebut, siapakah yang akan bertanggung jawab?

(Laporan: Rahmad | Korwil Sulawesi Tengah Sinyaltajam.com)

Tinggalkan Balasan