SOROWAKO, SINYALTAJAM . COM – PT Vale Indonesia Tbk menggelar kegiatan Upskilling & Site Visit Media untuk 40 jurnalis dari Sulawesi Selatan dan Tenggara pada 26–28 Juli 2026. Kolaborasi dengan Tempo Institute ini bertujuan memperkuat ekosistem informasi publik yang kredibel, sekaligus merefleksikan tema Hari Ulang Tahun ke-58 perusahaan: “Tangguh dan Bertanggung Jawab: Tumbuh dengan Integritas, Memimpin dengan Tanggung Jawab”.
Kegiatan yang sudah ketiga kalinya diselenggarakan ini fokus pada peliputan investigatif, verifikasi data, dan penyajian informasi yang akurat serta berimbang. Peserta juga mendapatkan kesempatan melihat langsung implementasi pertambangan berkelanjutan dan program Environmental, Social, and Governance (ESG) di area operasional Sorowako.
Media Sebagai Mitra Strategis
Head of External Relations Sorowako & Outer Area PT Vale, Yusri Yunus, menyatakan bahwa media memiliki peran krusial dalam menghadirkan informasi independen dan berbasis fakta. “Integritas harus tercermin dalam setiap aspek bisnis kami, termasuk cara kami berkomunikasi dengan publik. Kepemimpinan yang bertanggung jawab harus ditopang oleh keterbukaan informasi,” ujarnya.
Redaktur Pelaksana Tempo, Raymundus Rikang, mengapresiasi langkah PT Vale. “Pelatihan ini sangat penting bagi wartawan untuk meningkatkan kemampuan liputan investigasi. Tidak banyak perusahaan yang terbuka mendukung peningkatan kompetensi ini,” katanya.
PROYEK SORLIM: TAMBAHAN 50,5% SELESAI, HPAL 19,3%
Dalam sesi pemaparan, Senior Manager Construction Indonesia Growth Project (IGP) Sorowako Limonite (Sorlim), Ridwan Banda, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian strategis perusahaan dalam mengintegrasikan pengembangan tambang limonit dengan pembangunan fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) bersama mitra.
Bijih nikel kadar rendah (limonit) dengan kadar rata-rata 1,14 persen Ni akan diolah menjadi produk bernilai tambah untuk industri kendaraan listrik dan transisi energi. Fasilitas HPAL berlokasi di kawasan industri Luwu Timur, didukung oleh Feed Preparation Plant (FPP) dan fasilitas penunjang lainnya.
“Hingga saat ini, konstruksi tambang telah mencapai 50,5 persen dengan target rampung kuartal II 2027. Pembangunan fasilitas HPAL mencapai 19,3 persen dan diharapkan selesai kuartal IV 2027,” papar Ridwan.
Proyek ini dirancang tidak hanya untuk pencapaian bisnis, tetapi juga mengedepankan keselamatan, tata kelola yang baik, dan keberlanjutan. PT Vale berupaya menciptakan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia sekaligus mendukung hilirisasi nasional dan industri nikel yang berdaya saing global.
RIBUAN MASYARAKAT DAPAT MANFAAT PROGRAM SOSIAL
PT Vale memastikan proyek berjalan selaras dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar dan pelestarian lingkungan. Berbagai program pemberdayaan difokuskan pada penguatan sektor pertanian melalui pendampingan budidaya organik, pelestarian ekosistem pesisir dengan penanaman mangrove dan transplantasi terumbu karang, serta pengelolaan sampah berbasis komunitas.
Dalam pengembangan sumber daya manusia, lebih dari 500 masyarakat telah mengikuti pelatihan keterampilan bersertifikat, sedangkan lebih dari 1.000 orang memperoleh dukungan beasiswa. Di sektor kesehatan, perusahaan bersama pemangku kepentingan terus memperkuat upaya pencegahan stunting.
PT Vale juga mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pendampingan dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas usaha serta akses pasar. “Keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari kemajuan konstruksi, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan nilai bersama bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar salah satu pihak perusahaan.
Dengan demikian, pengembangan proyek menjadi wujud nyata komitmen PT Vale untuk bertumbuh dengan integritas, di mana kemajuan bisnis berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan di Luwu Timur. Lap Tim.








