Dari Pelosok Rampi, Desa Dodolo Menyusun Harapan Pembangunan 2027

LUTRA , SINYALTAJAM.COM –
Meski kerap mengalami keterbatasan akses dan kondisi geografis yang menantang, masyarakat Desa Dodolo, Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara, terus menata harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Harapan itu dirumuskan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa Tahun 2027, yang digelar di Kantor Desa Dodolo, Selasa (15/9/2026).

Musyawarah tersebut bukan sekadar agenda tahunan pemerintahan desa. Lebih dari itu, forum ini menjadi ruang bersama bagi pemerintah dan masyarakat untuk menentukan arah pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan warga.

Dengan mengacu pada Permendesa Nomor 16 Tahun 2025 tentang Petunjuk Operasional Fokus Penggunaan Dana Desa, peserta musyawarah menyepakati sejumlah prioritas pembangunan yang dinilai penting bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Beberapa di antaranya meliputi penanganan kemiskinan ekstrem melalui Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD), pencegahan stunting, penguatan ketahanan pangan, serta pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur dasar.

Infrastruktur yang menjadi perhatian antara lain pemeliharaan jaringan air bersih, turbin Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), irigasi perpipaan, hingga pembukaan jalan tani Totahi.
Bagi masyarakat di wilayah terpencil seperti Dodolo, kebutuhan tersebut bukan sekadar daftar program.

Air bersih, listrik yang stabil, dan akses jalan merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari, sekaligus penentu terbukanya peluang ekonomi dan pendidikan bagi generasi mendatang.

Kepala Desa Dodolo, Teofilus D, dalam sambutannya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga semangat kebersamaan dalam mengawal pembangunan desa.
Menurutnya, pembangunan tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan dan keterlibatan masyarakat.

“Kita prioritaskan kegiatan yang manfaatnya dirasakan masyarakat banyak. Selain infrastruktur, kita juga mendorong pemberdayaan masyarakat agar memiliki keterampilan dan daya saing dengan memanfaatkan potensi desa,” ujar Teofilus.

Ia berharap setiap program yang telah disepakati tidak berhenti pada perencanaan, tetapi dapat diwujudkan secara bertahap demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Dodolo.

Apresiasi juga disampaikan Camat Rampi, Usniati S. Parman, SP. Ia menilai Musrenbang yang berlangsung dengan dinamika pembahasan yang cukup alot tersebut justru menjadi bagian penting dalam melahirkan keputusan yang matang dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.

“Sebagai warga Desa Dodolo, kita patut bersyukur karena desa ini mendapatkan program pusat berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Jika terwujud, masalah ketidakstabilan listrik yang selama ini terjadi dapat teratasi. Ini adalah wujud perhatian pemerintah pusat dalam memenuhi kebutuhan energi di daerah terpencil,” tegas Usniati.

Selain menetapkan prioritas penggunaan Dana Desa, Musrenbang juga menghasilkan Daftar Usulan RKP Desa yang akan diajukan untuk mendapatkan dukungan pembiayaan melalui APBD Kabupaten Luwu Utara.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan. Pemerintah desa, BPD, unsur TNI-Polri, tokoh adat, serta masyarakat duduk bersama menyatukan pandangan.

Dari sebuah desa di pelosok Rampi, pembangunan tidak hanya berbicara tentang jalan, listrik, dan infrastruktur. Ia juga berbicara tentang harapan dan, keinginan sederhana masyarakat untuk hidup lebih layak, anak-anak yang tumbuh dengan kesempatan lebih baik, serta masa depan Desa Dodolo yang perlahan dibangun melalui kerja bersama.

Laporan: Zakaria