LUTIM.SINYALTAJAM.COM-Pemerintah Kecamatan Angkona menggelar rapat koordinasi strategis untuk memperkuat Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) serta kerukunan antarumat beragama. Rapat yang dipimpin langsung Camat Angkona, Putu Gede Sudarsana, SKM, M.Kes, ini menyepakati bahwa keamanan adalah tanggung jawab kolektif, bukan hanya beban aparat.
Dalam arahannya di hadapan unsur TNI, Polri, Satpol PP, Kepala Desa, hingga tokoh agama dan pemuda, Putu menekankan pentingnya gerak cepat dan deteksi dini. Ia menginstruksikan seluruh elemen masyarakat untuk tidak bersikap pasif menunggu masalah muncul.
“Jangan menunggu persoalan menjadi besar baru kita bergerak. Kita harus mampu mengenali potensi masalah sejak dini, membangun komunikasi, dan menyelesaikannya secara bijaksana sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih luas,” tegas Putu.
Selain isu keamanan, rapat ini juga menyoroti vitalnya menjaga kerukunan antar umat beragama. Putu mengajak agar keberagaman suku dan agama di Angkona dipandang sebagai kekuatan, bukan sumber perpecahan. Ia meminta para penyuluh dan tokoh agama untuk terus menyebarkan pesan toleransi dan persaudaraan.
“Kita tidak harus memiliki keyakinan yang sama untuk hidup damai. Yang terpenting adalah komitmen saling menghormati,” ujarnya.
Kepada para Kepala Desa, Camat meminta koordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa diperketat untuk memetakan potensi kerawanan sosial. Sementara kepada organisasi kepemudaan, ia berpesan agar generasi muda menjadi pelopor persatuan dan bijak bermedia sosial, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi hoaks.
Mengakhiri rapat, Putu mengajak seluruh unsur untuk menghilangkan ego sektoral dan menghidupkan semangat ‘Angkona SIGAP'(Semangat, Inovatif, Tanggap, Adaptif, dan Profesional).
“Pembangunan hanya bisa berjalan jika keamanan terjaga dan masyarakat rukun. Mari kita jadikan setiap perbedaan sebagai ruang untuk saling memahami, bukan alasan untuk terpecah belah,” pungkasnya.
pewarta Masding.












