LUTIM.SINYAL TAJAM.COM-Aura kebanggaan menyelimuti panggung SD 240 Podomoro, Senin (12/10/2026). Di tengah gelaran Festival Bahasa Ibu antar SD se-Kecamatan Malili, dua murid dari SD 230 Tarabbi sukses memukau dewan juri dan penonton. Bukan hanya membawa pulang piala, mereka juga berhasil membuktikan bahwa keterbatasan lokasi bukanlah penghalang untuk berprestasi gemilang.
Dua siswa berprestasi tersebut adalah Kevin (Kelas 6) dan March Richard Payung (Kelas 5). Dengan penuh percaya diri, keduanya tampil menggunakan Bahasa Toraja, memikat hati para hadirin lewat keluwesan lidah dan penghayatan yang mendalam.
Kevin, siswa kelas 6, berhasil menyabet juara dalam kategori lomba dongeng tentang kisa persahabatan belibis dan bebek. Dengan intonasi yang dinamis, ia membuat penonton terhanyut. Sementara itu, March Richard Payung dari kelas 5, tampil memukau dalam lomba pidato bahasa daerah. Artikulasinya yang jelas dan gestur tubuh yang meyakinkan membuatnya unggul dari para pesaingnya.
Keberhasilan ganda ini tentu bukan sebuah kebetulan. Di balik senyum manis kedua juara ini, terdapat dedikasi luar biasa dari sang pelatih, Salpa Ere, S.Pd. Kesabaran Salpa dalam membimbing anak-anak didiknya untuk tidak hanya menghafal naskah, tetapi juga menghayati makna filosofis di balik Bahasa Toraja, menjadi kunci utama kemenangan tersebut.
“Anak-anak ini luar biasa. Mereka berlatih keras, memahami karakter, dan mencintai bahasa ibu mereka. Hari ini adalah pembuktian kerja keras kita bersama,” ungkap salah satu guru yang hadir mendampingi.
Momen pengumuman juara menjadi saat yang emosional bagi Kepala SD 230 Tarabbi, Rumaedah, S.Pd. Rasa haru bercampur bangga tak dapat disembunyikannya melihat anak-anak asuhnya yang tampil penuh semangat.
Bagi Rumaedah, kemenangan ini lebih dari sekadar piala. Ini adalah momentum untuk mengangkat nama sekolah dan membuktikan bahwa kualitas pendidikan di Tarabbi mampu bersaing dengan sekolah lain di tingkat kecamatan.
“Saya merasa terharu sekali melihat perjuangan anak-anak. Keberhasilan ini tentu tak akan berhenti sampai di sini. Saya berharap pada lomba berikutnya di tingkat kabupaten, mereka mampu bersaing dengan peserta lainnya hingga nantinya bisa lolos ke tingkat provinsi,” ujar Rumaedah dengan mata berkaca-kaca.
Lebih jauh, Rumaedah menegaskan komitmennya untuk terus memajukan pendidikan di SD 230 Tarabbi. Ia ingin mematahkan stigma bahwa sekolah di daerah terpencil tidak mampu berprestasi.
“Saya akan selalu berusaha berupaya semaksimal mungkin agar SD Tarabbi selalu maju. Saya mau menampilkan ke depan publik bahwa Tarabbi pasti bisa dan Tarabbi juara,” tegasnya dengan nada penuh keyakinan.
Euforia kemenangan di Kecamatan Malili ini langsung diubah menjadi bahan bakar semangat. Tidak ada waktu untuk berpuas diri terlalu lama. Kevin dan March, beserta tim pelatih, kini mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi babak yang lebih berat, Lomba Tingkat Kabupaten yang dijadwalkan pada hari Kamis (15/10/2026) mendatang.
Rumaedah kembali berpesan agar perjuangan murid-muridnya tidak berhenti di sini. Ia ingin kemampuan mereka terus terasah, membawa nama harum Kecamatan Malili dan Kabupaten Luwu Timur hingga ke panggung provinsi.
“Perjuangan baru saja dimulai. Teruslah mengasah kemampuan, melaju ke tingkat berikutnya. Kami semua mendukung kalian,” tutup Rumaedah.
Kini, mata masyarakat Luwu Timur tertuju pada Kevin dan March. Doa terbaik menyertai langkah dua bintang cilik dari Tarabbi ini untuk terus mengibarkan bendera Bahasa Toraja di panggung yang lebih megah.lap masding.












