Toraja  

Air Limbah Genangi Ruas Lingkar Pongtorra’ Kapala Pitu, Camat Dinilai Lamban Bertindak

Sekcam Justru Tanggap Cari Solusi

Gambar situasi di sekitar kantor Camat Kapala Pitu dengan genangan air masuk ke badan jalan lingkar Pongtorra'. Area ini menjadi wilayah kawasan wisata Kapala Pitu. (dok.ist)

TORAJA UTARA. SINYALTAJAM. COM – Kawasan wisata Kapala Pitu, Kabupaten Toraja Utara, kembali disorot akibat genangan air limbah yang mengalir hingga ke badan jalan poros lingkar Pongtorra’. Kondisi ini dinilai mencoreng citra destinasi wisata unggulan dan menunjukkan lemahnya penataan lingkungan di wilayah tersebut.

Dari pantauan di lapangan, genangan air diduga berasal dari saluran drainase yang tersumbat. Ironisnya, di sejumlah titik juga terlihat kandang babi milik warga berdiri di tepi jalan, bahkan ada yang menutup jalur selokan. Situasi ini memperlihatkan kurangnya pengawasan pemerintah kecamatan terhadap tata ruang kawasan wisata.

Sekretaris Camat Kapala Pitu, Yusuf Kambuno Sarira, mengaku sejak lama telah mendorong langkah penertiban dan mengusulkan agar pemerintah kecamatan segera mengeluarkan surat imbauan kepada warga agar menjaga kebersihan lingkungan.

“Saya sudah sampaikan ke Pak Camat agar dibuat surat himbauan kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan. Kandang babi jangan dibangun dekat jalan, apalagi sampai di atas selokan. Ini kawasan wisata yang seharusnya ramah lingkungan,” ujarnya, Selasa (21/4).

Pernyataan itu menegaskan bahwa solusi sebenarnya telah diingatkan dari internal kecamatan. Namun hingga kini belum terlihat tindakan nyata yang tegas dari pimpinan wilayah, sehingga persoalan terus berlarut.

Wartawan yang melintas di lokasi melihat air menggenang dan mengalir dari arah kawasan Batara White House. Saluran air diduga tertutup timbunan tanah atau lumpur sisa aktivitas alat berat yang pernah beroperasi di sekitar area tersebut.

Menurut informasi warga, kondisi ini telah berlangsung sekitar enam bulan tanpa penanganan berarti. Padahal, persoalan drainase di kawasan wisata seharusnya menjadi prioritas pemerintah kecamatan.

Sekcam Yusuf Kambuno Sarira justru tampil aktif menjelaskan bahwa usulan perbaikan jalan dan penataan kawasan sudah diajukan melalui musrenbang. Sikap responsif dan komunikatif Sekcam dinilai patut diapresiasi, karena menunjukkan kepedulian terhadap wajah pariwisata Kapala Pitu.

Sebaliknya, Camat Kapala Pitu Yusuf Ratte Patoding tidak berada di tempat saat dikonfirmasi. Publik pun menanti langkah konkret dari camat sebagai penanggung jawab wilayah, bukan sekadar membiarkan masalah lingkungan berlarut di depan mata.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Toraja Utara bersama DPRD segera turun tangan membenahi akses jalan lingkar Pongtorra’ serta sistem drainase kawasan Kapala Pitu. Jika ditata serius, destinasi ini diyakini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan mendongkrak PAD Toraja Utara. (nato)