Anjloknya Harga Kelapa Sawit, Wakil Ketua DPRD Luwu Utara Soroti Peran BUMN dan Desak Pemerintah Berpihak pada Petani

Baca lainya. www.sinyaltajam.com

LUTRA.SINYALTAJAM.COM -Anjloknya harga kelapa sawit yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir mendapat perhatian serius dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Luwu Utara, Karemuddin. Melalui pernyataannya di media sosial, ia menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi para petani sawit yang semakin tertekan akibat turunnya harga jual hasil panen mereka.

Menurut Karemuddin, kelapa sawit merupakan salah satu komoditas unggulan yang menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Kabupaten Luwu Utara. Karena itu, pemerintah harus hadir sebagai pengawas dan pelindung kepentingan masyarakat, khususnya para petani, agar harga komoditas yang mereka hasilkan tetap memberikan keuntungan yang layak.

“Ketika harga sawit terus merosot, yang paling merasakan dampaknya adalah petani. Pendapatan mereka berkurang, daya beli menurun, dan pada akhirnya mempengaruhi roda perekonomian masyarakat di daerah,” ujarnya.melalui postingan,baru,baru ini.

Sebagai wakil rakyat, Karemuddin menilai pemerintah tidak boleh tinggal diam menghadapi kondisi tersebut. Ia meminta adanya langkah konkret untuk mengawasi tata niaga sawit, menjaga stabilitas harga, serta memastikan petani memperoleh nilai jual yang adil dan menguntungkan.

Selain itu, Karemuddin juga menyoroti keterlibatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam aktivitas perdagangan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Menurutnya, peran pemerintah melalui BUMN seharusnya lebih difokuskan pada fungsi pengawasan, pembinaan, dan penciptaan iklim usaha yang sehat.

“Pemerintah harus menjadi regulator dan pengawas yang berpihak kepada rakyat. Jangan sampai ruang usaha masyarakat dan pengusaha lokal semakin sempit karena harus bersaing langsung dengan lembaga yang memiliki kekuatan modal dan fasilitas yang jauh lebih besar,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberadaan pengusaha lokal perlu mendapat dukungan dan kesempatan untuk berkembang karena mereka juga berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja serta menggerakkan perekonomian daerah. Jika pemerintah ikut terlibat langsung dalam perdagangan yang menjadi ruang usaha masyarakat, maka persaingan dinilai tidak akan berjalan seimbang.

Karemuddin berharap pemerintah pusat maupun daerah segera mengambil langkah strategis untuk mengatasi anjloknya harga kelapa sawit. Ia menegaskan bahwa keberpihakan terhadap petani merupakan kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan yang selama ini menggantungkan hidup pada sektor perkebunan.

“Petani sawit adalah salah satu penopang ekonomi daerah. Sudah sepatutnya mereka mendapat perlindungan dan perhatian yang serius agar tetap mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga serta berkontribusi bagi pembangunan daerah,” pungkasnya.Lap Zakaria.