LUWU  

IPMAL Gelar Aksi di Belopa, Soroti Isu Ketenagakerjaan hingga Gaji Guru P3K Paruh Waktu

Baca lainya. www.sinyaltajam.com

LUWU.SINYALTAJAM.COM – Ikatan Pemuda Mahasiswa Luwu (IPMAL) menggelar aksi demonstrasi di Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Senga, Belopa, Kabupaten Luwu, pada Selasa (5/5/2026), dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) dan Hari Pendidikan Nasional.

Aksi yang mengangkat isu kesejahteraan guru dan buruh di Kabupaten Luwu ini, sempat menarik perhatian pengguna jalan. Meski demikian, demonstrasi tetap berjalan tertib dan kondusif.

Dalam tuntutannya, IPMAL membawa sejumlah poin, di antaranya:

Mendesak transparansi data realisasi Perda Nomor 5 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan.

Meminta transparansi kinerja Pokja Percepatan Investasi Kabupaten Luwu.

Mendesak Pemerintah Kabupaten Luwu untuk menyelesaikan pembayaran gaji guru PPPK paruh waktu.

Menuntut kenaikan upah guru PPPK paruh waktu.

Massa juga menilai keberadaan Pokja Percepatan Investasi Kabupaten Luwu tidak hanya berfokus pada percepatan investasi semata, tetapi juga harus memastikan keberpihakan terhadap tenaga kerja lokal serta memperhatikan dampak sosial yang ditimbulkan.

Selain itu, massa aksi turut menyoroti nasib guru PPPK paruh waktu yang hingga saat ini disebut belum menerima pembayaran hak mereka. IPMAL menilai kondisi tersebut sebagai bentuk ketidakseriusan pemerintah daerah dalam memperhatikan sektor pendidikan.

Dalam orasinya, Jenderal Lapangan, Indris Gusti, mendesak pemerintah agar segera membayarkan hak para guru PPPK paruh waktu sekaligus menaikkan gaji mereka yang dinilai sangat tidak layak.

“Kami menilai gaji Rp50 ribu itu sangat tidak manusiawi dan tidak layak diterima oleh tenaga pendidik. Guru adalah pilar pendidikan, tetapi justru diperlakukan tidak adil,” tegas Indris dalam orasinya.

Menurutnya, momentum Hari Buruh dan Hari Pendidikan tidak boleh hanya dijadikan seremoni tahunan tanpa evaluasi nyata terhadap kebijakan pemerintah.

“Hari Buruh harus menjadi momentum untuk menuntut keadilan bagi pekerja, dan Hari Pendidikan harus menjadi pengingat bahwa kesejahteraan guru juga harus menjadi prioritas pemerintah,” tandasnya.

Puluhan massa aksi juga secara bergantian menyampaikan orasi dengan menyoroti berbagai persoalan yang dinilai menjadi perhatian serius di Kabupaten Luwu, khususnya terkait isu ketenagakerjaan dan pendidikan.

Setelah menyampaikan aspirasi di jalan, massa aksi kemudian bergerak menuju Kantor DPRD Kabupaten Luwu untuk melanjutkan demonstrasi.

Meski tuntutan mereka disambut baik dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), Wakil Jenderal Lapangan, Adnan, menegaskan bahwa IPMAL akan terus mengawal isu-isu tersebut hingga pemerintah daerah memberikan respons konkret terhadap tuntutan masyarakat. Lap Supriadi.