Ratusan Warga Pengkendekan Ikuti Tracing TBC, Pemdes Dorong Kesadaran Hidup Bersih

LUTRA, SINYALTAJAM.COM —
Upaya memutus mata rantai penularan Tuberkulosis (TBC) terus dilakukan di tengah masyarakat. Ratusan warga Desa Pengkendekan, Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara, mengikuti kegiatan tracing TBC yang digelar di Aula Desa Pengkendekan, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Pengkendekan, H. Muslimin, sebagai bagian dari langkah preventif pemerintah dalam mendeteksi secara dini potensi penyakit menular sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan.

Program tracing ini dilaksanakan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Utara dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam upaya pencegahan dan penanganan penyakit TBC di tingkat desa.

Dalam sambutannya, H. Muslimin mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mengabaikan persoalan kesehatan, terutama penyakit menular yang dapat berdampak terhadap keluarga dan lingkungan sekitar.

Menurutnya, menjaga kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun tenaga medis, tetapi merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari kesadaran setiap individu.

“Pola hidup bersih adalah tugas kita bersama. Karena itu, kami selaku pemerintah desa mengharapkan agar setiap individu senantiasa menjaga kebersihan demi kesehatan dan kepentingan bersama,” imbaunya.

Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Luwu Utara melalui Dinas Kesehatan yang telah menghadirkan program tracing tersebut hingga ke wilayah pedesaan.

H. Muslimin menilai, pelayanan kesehatan yang menyentuh langsung masyarakat seperti ini sangat penting, sebab semakin cepat sebuah penyakit diketahui, semakin besar pula peluang untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

“Harapan kami, masyarakat dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Jangan takut untuk memeriksakan kesehatan. Lebih baik mengetahui kondisi kesehatan sejak dini daripada terlambat mendapatkan penanganan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, warga mendapatkan sejumlah pemeriksaan kesehatan, di antaranya pemeriksaan gula darah dan tekanan darah, serta pemeriksaan lainnya sesuai kebutuhan.

Bagi peserta yang berdasarkan hasil pemeriksaan dokter ditemukan memiliki keluhan atau membutuhkan penanganan, diberikan obat-obatan secara gratis sesuai dengan kondisi dan hasil pemeriksaan.

Antusiasme warga mengikuti kegiatan ini menjadi gambaran bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan terus tumbuh. Kehadiran mereka bukan sekadar untuk memeriksakan diri, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menciptakan lingkungan desa yang lebih sehat.

Melalui kegiatan tracing tersebut, pemerintah berharap potensi penularan TBC dapat ditekan, sementara masyarakat semakin memahami pentingnya deteksi dini, pola hidup bersih dan sehat, serta tidak ragu memanfaatkan layanan kesehatan ketika mengalami keluhan.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan dan masyarakat, upaya menjaga Pengkendekan sebagai lingkungan yang sehat diharapkan dapat terus diperkuat dan menjadi tanggung jawab bersama.

Laporan: Zakaria