LUTRA, SINYALTAJAM.COM –
Kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah kembali ditunjukkan jajaran pemerintah dan aparat keamanan. Camat Malangke, Andi Mansyur Panda, bersama Kapolsek Malangke IPTU Darni Konta, turun langsung meninjau lokasi kebakaran yang terjadi di Dusun Panandarat, Desa Tingkara, Kecamatan Malangke, Rabu (5/8/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah sekaligus untuk memastikan proses penanganan darurat bagi para korban berjalan dengan baik. Sesaat setelah menerima informasi mengenai peristiwa kebakaran, Camat Malangke bersama Kapolsek Malangke segera menuju tempat kejadian perkara (TKP).
Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut Kepala Desa Tingkara, jajaran staf Kecamatan Malangke, serta petugas Pemadam Kebakaran yang sejak awal berjibaku memadamkan kobaran api agar tidak merembet ke rumah-rumah lainnya.
Di lokasi kejadian, Andi Mansyur Panda meninjau langsung kondisi rumah-rumah yang terdampak, melihat tingkat kerusakan bangunan, sekaligus mendengarkan kebutuhan mendesak para korban agar segera dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan instansi terkait.
“Kehadiran kami di sini bukan hanya untuk melihat kondisi di lapangan, tetapi juga memberikan dukungan moril kepada warga yang sedang mengalami musibah,” ujar Andi Mansyur Panda.
Ia juga menyampaikan rasa empati yang mendalam kepada seluruh keluarga terdampak serta berharap mereka diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan tersebut.
“Kami turut prihatin atas musibah ini. Semoga seluruh keluarga yang terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan. Pemerintah Kecamatan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar penanganan pascakebakaran dapat dilakukan secepat mungkin,” tambahnya.
Pemerintah Kecamatan Malangke bersama Polsek Malangke terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait guna memastikan kebutuhan para korban segera terpenuhi, baik dalam penanganan darurat maupun bantuan lanjutan.
Berdasarkan data sementara, kebakaran menghanguskan tiga unit rumah. Satu unit rumah milik Haji Hapsa ludes dilalap si jago merah dengan perkiraan kerugian mencapai sekitar puluhan juta rupiah.
Sementara itu, dua rumah lainnya mengalami kerusakan pada bagian dapur akibat sambaran api, dengan estimasi kerugian masing-masing sekitar, jutaan rupiah.
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, musibah ini meninggalkan duka dan kerugian yang cukup besar bagi para warga terdampak.
Kehadiran pemerintah, aparat kepolisian, serta berbagai pihak di lokasi diharapkan mampu memberikan semangat dan harapan baru bagi para korban untuk bangkit kembali setelah cobaan yang mereka alami.
Laporan: Zakaria












