MOROWALI, SINYALTAJAM.COM – Proses Penggantian Antarwaktu (PAW) anggota DPRD Morowali dari Fraksi Golkar menuai sorotan dari berbagai pihak. Salahsatunya adalah Konsorsium Peduli Demokrasi Morowali (KPDM).
KPDM meminta lembaga penyelenggara Pemilu di tingkat daerah itu dapat secara terbuka menyampaikan hasil pleno terkait pelaksanaan PAW. Sehingga mendesak KPU Kabupaten Morowali bersikap transparansi terhadap dokumen hasil rapat pleno penetapan calon PAW.
Desakan itu juga muncul setelah sejumlah Wartawan mengalami kesulitan mendapatkan informasi dari KPU pada Rabu (5/8/2026). Sehingga hal tersebut mengindikasikan munculnya kesan tidak transparan.
Menyikapi desakan tersebut, Komisioner Divisi Hukum KPU Morowali, Ervan, saat dikonfirmasi mengaku tidak mengikuti rapat pleno. “Saya kurang paham karena saya cuti dan tidak ikut pleno. Coba ke divisi yang membidangi PAW,” ujarnya.
Sementara itu, Kadiv Humas KPU, Ruslan, mengarahkan untuk mengkonfirmasi ke Kadiv Teknis. Begitu juga ketika dihubungi Ketua KPU Morowali, Adhar, juga belum memberikan respons hingga berita ini ditayangkan.
Terpisah, Ketua DPRD Morowali Herdianto membenarkan kalau pihaknya telah menerima surat dari KPUD setempat. “Dokumen hasil pleno sudah ada pada kami. Namun kami juga berharap jangan lempar bola ke DPRD, sebab lembaga dewan hanya mengikuti dan patuh terhadap regulasi,” kata Herdianto.
Sementara itu, Ketua KPDM, Bang Ebit, menduga ada ketidaksesuaian dalam penetapan calon PAW. Jika merujuk UU No 7 Tahun 2017 dan PKPU No 3 Tahun 2025, calon PAW harus berasal dari partai dan dapil yang sama, serta merupakan peraih suara terbanyak berikutnya di DCT.
“Kami hanya meminta KPU Morowali buka dokumen pleno dan sampaikan alasannya secara terbuka. Jangan sampai ada manipulasi suara rakyat,” Bang Ebit.
Sekedar informasi, terkait penayangan berita ini, Redaksi Sinyaltajam.com tetap membuka ruang seluas-luasnya kepada KPU Morowali untuk memberi tanggapan atau klarifikasi sebagai upaya independensi media.
Laporan: Rahmad, Kepala Perwakilan Sinyal Tajam Sulawesi Tengah












