LUTIM.SINYALTAJAM.COM — Kebakaran hutan di Desa Tarabbi, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur (Lutim), belum juga padam. Selama kurang lebih dua pekan, kobaran api terus membakar kawasan hutan hingga merambat ke bagian puncak gunung.
Kepulan asap tebal terlihat membumbung dari kawasan perbukitan dan menjadi penanda masih berlangsungnya kebakaran. Warga bersama petugas Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) hanya dapat memantau dari kejauhan karena titik api berada di seberang sungai dengan medan yang sulit dijangkau.
Pantauan di lapangan, Kamis (17/9/2026), menunjukkan asap masih terlihat dari sejumlah titik. Kondisi geografis yang curam, minim akses dan jauhnya sumber air membuat proses pemadaman menghadapi kendala serius.
Seorang anggota KPH yang ditemui di lapangan mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan untuk mengetahui kondisi kawasan yang terbakar. Namun, akses menuju titik api menjadi persoalan utama.
“Kami sudah pernah cek ke lokasi. Masalah utamanya adalah akses jalan yang tidak memungkinkan untuk dilewati kendaraan maupun personel dengan peralatan berat,” ujarnya.
Menurutnya, upaya bantuan dari Pemadam Kebakaran (Damkar) Luwu Timur juga sempat dilakukan. Namun, keterbatasan akses membuat proses penanganan tidak dapat dilakukan secara maksimal.
“Pemadam Kebakaran Lutim juga sudah pernah datang mencoba membantu. Tapi sama saja, akses jalannya tidak ada. Ditambah lagi, kami harus menyeberang sungai untuk mencapai titik api. Itu sangat berisiko dan sulit dilakukan tanpa peralatan khusus,” jelasnya.
Kondisi semakin sulit karena kawasan yang terbakar berada di wilayah perbukitan. Api yang merambat ke bagian puncak gunung membuat petugas tidak mudah mendekati sumber kebakaran.
Warga setempat memperkirakan kebakaran telah menghanguskan puluhan hektare kawasan hutan. Namun, luas pasti area yang terbakar masih memerlukan pendataan dan verifikasi lebih lanjut dari instansi terkait.
Asap yang terus muncul juga menjadi kekhawatiran warga. Meski arah angin terkadang membawa asap menjauh dari permukiman, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian karena kebakaran belum sepenuhnya tertangani.
Di tengah keterbatasan medan, warga berharap adanya langkah penanganan yang dapat menjangkau titik api, sekaligus berharap hujan segera turun untuk membantu memadamkan kobaran api.
“Mau bagaimana lagi. Kami hanya bisa berdoa agar hujan segera turun. Hanya hujan yang bisa memadamkan api di sana sekarang,” keluh seorang warga.
Kebakaran di kawasan hutan Tarabbi menjadi perhatian karena berlangsung selama berhari-hari dengan titik api yang sulit dijangkau. Penanganan membutuhkan strategi dan dukungan peralatan yang sesuai dengan kondisi medan agar api tidak terus meluas. Lap Masding.












