LUTIM. SINYALTAJAM.COM— Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SDN 223 Balantang, Jumat (11/9/2026), tidak sekadar menjadi agenda keagamaan. Di hadapan para siswa, guru dan orang tua, momentum tersebut dimanfaatkan untuk menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, kecerdasan dan keberanian menyampaikan kebenaran.
Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah itu berlangsung khidmat dan penuh semangat. Pesan utama yang disampaikan dalam peringatan tersebut adalah pentingnya menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam membentuk karakter anak sejak usia dini.
Kepala SDN 223 Balantang, A. Diana Dimiyanti, mengingatkan para siswa bahwa Rasulullah SAW memiliki sifat-sifat utama yang patut diteladani dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak-anak, ada empat sifat utama Rasulullah yang patut ditanamkan dalam diri kita, yakni siddiq atau jujur, amanah atau dapat dipercaya, tabligh atau menyampaikan kebenaran, serta fathanah atau cerdas,” pesan A. Diana.
Menurutnya, pendidikan karakter tidak cukup hanya disampaikan melalui teori. Nilai-nilai tersebut harus dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tumbuh menjadi sikap dan kepribadian siswa.
Kejujuran, tanggung jawab, kepedulian terhadap sesama serta kebiasaan melakukan hal-hal baik, kata dia, perlu ditanamkan sejak anak-anak agar menjadi bekal ketika mereka tumbuh dan berinteraksi di tengah masyarakat.
Pesan tentang pentingnya pendidikan akhlak juga disampaikan Ustaz Anam dalam tausiyahnya. Ia mengajak para orang tua untuk mengambil bagian dalam membentuk karakter anak, terutama melalui keteladanan di lingkungan keluarga.
“Mulai dari kecil, tanamkan sifat-sifat Rasulullah kepada anak-anak kita. Didik mereka dengan akhlak yang baik,” pesannya.
Ustaz Anam menegaskan, peringatan Maulid Nabi seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut semestinya menjadi pengingat bagi umat Islam untuk mengenal, mencintai dan meneladani kehidupan Nabi Muhammad SAW.
Menurutnya, pembentukan karakter anak merupakan tanggung jawab bersama. Sekolah memiliki peran dalam memberikan pendidikan, namun keluarga menjadi lingkungan pertama tempat anak belajar mengenal nilai-nilai kehidupan.
Apa yang dilihat dan dibiasakan anak di rumah maupun di sekolah akan ikut membentuk perilaku mereka. Karena itu, keteladanan orang dewasa menjadi bagian penting dalam proses pendidikan akhlak.
Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, SDN 223 Balantang berharap pendidikan yang diberikan kepada siswa tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki karakter kuat dan akhlak mulia.
Empat sifat Rasulullah siddiq, amanah, tabligh dan fathanah diharapkan tidak sekadar dihafalkan oleh para siswa, tetapi diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat. (Tim).












